Langsung ke konten utama

Luapan Sesaat

Menunggu saat terindah meski sedetik. Tak urung jua aku hanya bermimpi. Menemukan keindahan meski tabu. Membuang sesaat paradigma agama. Ha.....ha....ha.....mungkin inilah hal tergila yang menjadi sebuah isyarat bahwa aku sakit jiwa. Apa tidak usah saja?!?????? tapi aku ingin dan harus tejadi. Aku tidak mau hanya penantian dan keinginan tak berujung dan dan.....
Mungkinkah sesaat saja aku bersua dengan yang indah. Hanya berdua. Di tempat indah. Di waktu tepat. Disaat aku tidak dalam keadaan gila. Hehehehehehehehehe................
Syukur aku masih terpenjara. Didalam buih hati kecil. Dinasehati motivasi diri. Dicegah sama namanya Norma. Hah.......andai saja tidak ada semua. Aku lelah. Ya........... Sudah.........

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

The Gift

Date: Tuesday, 19 January 2017 Time: 13.08 Yesterday, I am very happy. You know? what make me to be happy? Y, it's the name. *Lol. Malemnya aku memanfaatkan the gift yg Allah berikan dengan mengaplikasikannya in my bedroom. Aku rindu Y. I want of Y. So.. Mulailah aku mengendalikan pikirannya via di alam bawah sadarnya. Aku sedikit ragu, tapi keyakinan yg begitu hebat merajaiku. Kugunakan kekuatanku untuk memempengaruhi pikirannya. Aku hanya minta si Y menelponku.