Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Akhir Januari

Katanya hidupku tinggal sebentar lagi. tepatnya tinggal satu semester lagi. itu kata pegawai yang mengurusi administrasi kampus. jika tidak ada kemajuan yang berarti pada skripsiku aku akan kena droup out.*hadech! mampuslah! sudah 14 semester aku kuliah di sana. Jurusan yang sebenarnya tidak aku inginkan. jurusan yang sebenarnya cuma aji mumpung. Saat itu yang terpenting aku bisa masuk ke universitas no wahid di kotaku. Jaminan kerja yang mapan menjadi iming-iming selama ini. Prestise tinggi akan kudapatkan jika masuk di situ. Selalu berupaya mati-matian. Aku melakukan usaha dan doa demi bisa masuk ke universitas itu. Sedikit beruntung jika dibandingkan dengan yang lain. Aku masuk lewat jalur PSSB. Sejenis jalur PMDK. Tak ada tes-tes penentu. Tanpa usaha yang berarti aku ditrima di universitas itu. Cuma bermodal nilai raport, rangking kelas, dan prestasi di sekolah. Tapi tetep ada tes untuk formalitas saja. Misalnya tidak lulus, aku tetep sudah diterima di universitas itu. Mungkin jika...

Tak Sulit Memahamiku

Membodohkanmu kala itu. Kecewa saat itu rasaku. Kebencian membabi buta terhadapmu. Makan tak nafsu. Kebahagiaan seakan semu. Melakukan segala aktivitas hanya dengan ragu. Katanya kau masih sayang, tapi kau membuat harapanku kerdil. Perhatian yang kutaburkan hanya kau hujani dengan keraguan. Perubahanku yang kujanjikan tak hanya lewat tutur pun dengan tingkah laku kau simpulkan hanya rekayasa. Entahlah! Apalagi yang telah terjadi antara kau dan aku. Hmmmm.. semua itu telah lalu. Sekarang, semua telah berubah 180 derajat berbanding terbalik dengan apa yang telah terjadi. Begitu dalam aku membencimu, tapi malam itu kau membuatku mencintaimu. Kau dengan tulus meminta maaf atas semua hal yang telah membuatku kecewa. Kau dengan tegas menarasikan rasa yang kau miliki. Penilaian awalku luluh seketika ketika kau dengan bijak menyikapi segala hal. Tanpa ragu kau nyatakan: “Aku sayang kamu” “Kapan aku boleh melamarmu?” Hanya beberapa detik, manyunku berubah jadi senyuman. Cuekku jadi ...