Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2009

Rindu ini sangat menyiksa

Sepertinya janji yg telah terungkap terasa berat. Mudah kututurkan, sulit kulakukan. Sanggupkah diri ini untuk menaklukanya meski telah semangat? Seperti malam ini,, kurindukan hadirmu meski lewat udara. Berjuang keras usir keinginan hingga tahu tentangmu. Resah gelisah sebelum kau beri kabar. Tolong Tuhan, sampaikan salam rinduku padanya. Salam terindah yang kupunya. Ini semua bentuk keingkaran diriku atas janjiku. Seharusnya, rindu itu tak menjadi ada. Sebelumnya dalam janjiku,tak akan pernah secuilpun merindukanya dalam konteks sebagai orang terkasih. Tapi,rasa yg kumiliki sebagai orang yg mencinta. Cinta lebih dari teman, cinta lebih dari sahabat. Sadar betul,itu tak akan mungkin. Tapi sungguh, rindu ini sangat menyiksaku.

Intropeksi Diri

Ada apa denganku ya? Kenapa kewajiban sendiri terbengkalai? Apa mungkin keterpaksaan, dan kebosanan terdahulu yang menjadi sebabnya? Atau bukan karena kesadaran dari diriku sendiri? Ada yang bisa membantuku untuk menjawabnya? Selama 6 tahun aku dituntut untuk menjadi manusia yang taat akan ajaran agama. Jika tak terlaksana, maka aku dapat hukuman. Jika aku lakukan dengan baik, maka aku mendapat pujian. Baik sich,,, tapi apakah didikan seperti itu berhasil? Atau mungkin aku terlalu kebal dengan hukuman? Selama 6 tahun aku menjadi seorang manusia penurut, menerima saja dogma-dogma, tunduk akan kekuasaan sang kyai. Aku lakukan semua itu tanpa hati. Sebenarnya hatiku memberontak, karna aku tak suka diatur. Aku tidak suka orang yang mendikteku. Tapi apakah aku biarkan jiwa dan ragaku terpuruk dalam lembah kemungkaran? Kukatakan dengan tegas, TIDAK! Hanya saja, aku ingin melakukannya sepenuh hati. Tanpa paksaan, tanpa takut akan hukuman. Dengan demikian, aku dapat istiqomah. Tapi, misaln...

This is Real

Aku tak bisa bebas jika menulis dengan berpikir akan akibat dari apa yang kutulis. Kucoba untuk terus, tapi tetap tak bisa. Hingga kuulang berkali-kali untuk mendapatkan feel yang bagus. Biasanya aku menulis dengan mudah di kala apa yang aku tulis dapat mewakili apa yang sedang mendera jiwa ini. Tak perlu bagus. Tak perlu embel-embel ingin dipuji orang. Toh aku hidup bukan karena penilaian orang. Aku ingin menulis sesukaku. Intinya, aku hanya ingin apa yang sedang ada di otakku saat ini dapat tertuang dalam sebuah tulisan. Mau kayak monyet kek yang biasa loncat sana sini, mau kayak sampah kek yang bau busuk dan kotor, aku sebagai penulis kagak peduli. Aku hanya jengah saja dengan pemikiran-pemikiranku selama ini. Hanya dalam pikiran, dan dalam hati. Hanya aku yang bisa menikmati, hanya aku yang kewalahan sendiri dengan imajinasi-imajinasi yang terkadang mesum. Maaf kepada para pembaca karena tulisan ini bukan sebagai sumber inspirasi, bukan juga tulisan yang wajib dibaca. Aku hanya i...

Secuil Cerita dengan Adik Tercinta

Cahaya terindah & pelipur laraku tak lain Raka Wijaya. Dia adiku ke-2 yg du2k di kelas 1 SD. Yg bisa buat aku marah, tersenyum, nangis, mengharu biru & bisa mengeluarkan segala rasa yang aku punya. Selagi mata terindahnya belum terpejam, aku dibuatnya marah, emosi, tak dapat mengendalikan diri, teriak2. Aq sudah menganggapnya wajar karna adiku yg satu itu selalu saja memancing diri ini untuk melakukanya. Bandel, tidak mau diatur, melawan, malah kata orang2 dia nakal. Meski demikian, aku tahu kalau dia memiliki potensi luar biasa. Mungkin hanya perlu kesabaran, ketelatenan, perhatian lebih. Aku sudah mencobanya, tapi tetap tidak bisa. Apalagi selalu dibayangi dengan ketidakmauanku untuk mengemban tanggung jawab yg teramat berat. Aku berpikir merawat adiku yg sedemikian rupa bukan kewajibanku. Aku tidak rela maja lajangku habis untuk merawat adik. Aku tidak peduli mau dianggap egois, tidak perhatian, tidak sayang atau apalah. Yg aku ingin rasakan, menjadi diriku yg tidak terd...

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Aku dan Ayu

Indah masih terasa dalam jiwa saat kita bersama Tertawa bahagia lepaskan semua tuliskan cerita tentang mimpi kita Jangan kau pinta aku menjadi terbaik di antara sahabatmu Karna aku selalu tak mampu berikan sesuatu yang kau tunggu Percayalah sahabat di sudut hati yang lain Masih ada rasaku untukmu Masih ada peduliku padamu Selamat Ulang Tahun Ke-22 Segala yang menjadi cita-cita Doaku selalu ikut serta

Kata Untuk Mala

Begitu banyak kata-kata Begitu banyak cerita Begitu banyak mimpi kita Begitu banyak curahan rasa Sayang, cinta Senang, bahagia Kasih, sedih Duka, suka Satu rasa dalam jiwa Satu kata dalam cita Satu kesan dengan tawa Kesan habis dengan tangis Tak ada yang tersisa selain ucapan Tiada hingga yang kau berikan Terima kasih sahabat pilihan Doaku mengikutimu untuk songsong masa depan Selamat Ulang Tahun

Kaulah Inspirasi

masih tanpa tandingan datang dengan kesempurnaan tanpa celah tunjukkan kesan untuk kenal aku ingin untuk lebih dekat aku ingin untuk berbagi rasa aku ingin jadi insan dungu kau membuatku jadi banyak rasa kau membuatku lalu mati gaya kau menyihirku masih tiada tandingan masih tanpa kekurangan kau berikan harapan kau tunjukkan perhatian kurasakan aliran darah tiada henti mengalir perlahan namun pasti dari ujung kepala ke ujung kaki aku bertutur setulus hati kaulah inspirasi