Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Cuma Mau Bilang

Tuhan... kenapa selama ini ku menutup mata? Ku biarkan nafsu merajai lalu membiarkan waktu setahun ini dengan sia-sia. Sungguh ku kecewa Tuhan. Kecewa karena menyayangi orang yang salah. Menyesal telah mencurahkan segala yang kupunya untuk orang yang munafiq. Iya.. aku bilang kamu munafiq. Di depanku kau selalu berbohong demi kegembiraanku. Tapi nyatanya kau care dengan dia. Aku cemburu? benar! aku sangat cemburu!

Untuk Ibu

Siapakah orang pertama yang kau ingat ketika sedang rapuh? Siapa yang pertama kali ingin kau peluk ketika kau sedang mendapatkan keberhasilan? Siapa yang ingin kau cium saat pertama kali kau ingin mencurahkan kasih? Siapa yang inginkan pendapatnya ketika kau bingung dalam beberapa pilihan yang harus kau tentukan? Siapakah orang yang kau harapkan lindungannya ketika kau mengalami konflik hebat? Siapakah yang kau ingat pertama kali ketika kau sedang mengalami keputus-asaan? Aku jawab dengan tegas : “IBU” Yupz,,, ibu yang pertama kali ingin ku beri kabar, ketika ku berhasil mencapai prestasi. Pelukannya yang kudamba,kala aku bingung menentukan pilihan; depresi dengan semua konflik kehidupan; putus asa ketika tak kunjung menyelesaikan kewajiban. Ya sekali lagi,,, Ibu adalah orang yang pertama kali yang ingin ku curahkan segalanya entah sedihku ataupun sukaku. Aku benar-benar rindu ibu ya rabb…. Aku hanya bisa mendengar suaranya, tanpa melihat ataupun bersentuhan. ...

Aku Motivator

Jangan hanya ‘ingin’ tapi tidak ‘lakukan’. Jangan hanya bermimpi setinggi langit tapi riilnya serendah jarak kaki dengan tanah. Kau bisa ulya… Ingat kata bu dewi!! “Orang lain bisa, kenapa kamu nggak bisa?” camkan itu baik-baik ulya! Buatlah semua kata baik adalah do’a. Jadikan kata-kata mutiara sebagai landasan dalam menyemangati perjalanan hidup. Tetaplah berikan yang terbaik untuk dirimu sendiri, orang tua, orang lain serta segala hal. Perubahan untuk menuju ke tingkat lebih baik tidak mudah. Semua membutuhkan apa yang namanya proses. Jika Allah berkehendak maka tidak ada yang la yumkinu (baca:tidak mungkin). Percayalah dengan keyakinan dirimu sendiri tanpa mengacuhkan kritik atau nasehat dari orang lain. Thank’s habib… Di malam yang penuh gejolak ini, kau tuntun aku menemukan semangatku lagi… Kau sahabatku yang paling the best (hahahaha) yang lain jangan pada iri ya… Semua sahabatku mempunyai arti sendiri-sendiri dalam hidupku kok. Habib, Mala, Rani, Thank’s banget so...

17 Agustus 1945

Sebagian manusia lain menganggap hari ini adalah hari bersejarah. Di mana hari ini adalah peringatan HUT RI ke- 65. Yach… 65 tahun yang lalu Indonesia diploklamirkan menjadi sebuah negara yang merdeka. MERDEKA !!!!! Kata itu sangat berarti sekali pada masa itu. Setelah hampir 3,5 abad dijajah Belanda. Pun belum ditambah masa penjajahan Portugis, Inggris, Jepang, dll. Bersyukurlah aku tidak mengalami masa-masa itu. Meskipun demikian, jangan sampai kita menutup mata adanya pengorbanan dan perjuangan semua orang (yang sekarang kita sebut pahlawan) pada waktu itu. Bayangkan saja… hanya untuk memperjuangkan status menjadi negara yang merdeka, berapa volume darah yang bercecer? Berapa nyawa yang mengangkasa? Berapa kekayaan negeri tercinta ini musnah? Tak perlu membayangkan yang berat-berat. Cukup membayangkan yang bisa kita bayangkan saja, begitu hebatnya pahlawan kita. Sungguh kita sekarang ini adalah manusia yang beruntung. Ok… sedikit mengobarkan semangat nasionalisme. Bukan karena ...

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...

Tak Sopan

Tak sopan jika malam lalu kau dalam bayang. Tak beradap jika ruhmu bersamaku dalam pengap. Tak seharusnya kau isi imajinasiku dalam wujud kesertaan hasrat. Jika saat itu aku diskripsikan kebersamaan kita berasa terbang melayang. Namun, hanya dalam sudut pandang asaku yang tak berujung. Rajuk inginku, kau juga sama seperti apa yang sedang kunikmati. Tentunya kita bersama. Tak ada dia, ia, ataupun mereka. Ya…. hanya kita serta Dia Sang Pencipta. Kukatakan kau sangat sempurna. Ku katakan kau tiada duanya. Kukatan kepada semua orang, kaulah pilihan. Kebersamaan kita hanya dalam durasi pendek. Entah hanya hitungan menit kau bersamaku. Kutahu semua itu semu. Kutahu semua itu hanya kepintaran otakku yang membuatku ada bersamamu. Maafkan aku telah melakukannya. Maafkan aku tak menuruti otak dan hatiku untuk mencegahnya. Maaf… sekali lagi maaf. Aku tahu, itu keliru. Malamnya kau kirimkan short message service untuk mengucapkan selamat tidur dengan kau sertakan tawa. Tak tahu apa artin...

Sepertinya Aku Menggila

Aku seperti orang gila. Aku takut kehilangan semua. Terlebih aku takut akan mati sebelum aku meraih semua harapan dan cita-cita. Bagiku semua begitu kosong. Tak ada yang bisa lagi aku lakukan. Tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Aku begitu takut. Sementara ini diriku mengalami kekrisisan. Krisis segalanya. Terlebih sekarang aku mulai menyalahkan diri sendiri. Merasa bahwa selama ini aku tiada guna. Merasa tiada lagi yang dapat menghargai segala yang telah aku lakukan. Merasa tak ada lagi yang sayang, perhatian, atau cinta kepadaku. Sebenarnya, tentang perasaan itu bagiku tidaklah menjadi soal. Yang aku pikirkan kenapa dan kenapa aku tak bisa berguna bagi diriku sendiri. Aku terlalu malas untuk segala hal. Dalam hati nuraniku yang paling dalam aku tidak ingin demiakian. Tapi sekali lagi, aku tak bisa berbuat apapun. Sebenarnya aku butuh apa? Butuh siapa? Menurutku saat ini hidupku kosong. Tak ada yang bisa aku lakukan. Aku tidak ingin putus asa. Aku ingin bangkit. Aku bisa d...

Sedikit Keluh

Kabar terbaru tentang diriku saat ini, sangat menyedihkan. Aku mengalami masa kemiskinan. Miskin semangat. Miskin kecerdasan. Miskin harta (haha… ini mah sudah sering) Inilah masa-masa di mana aku seharusnya menempati kedewasaan dengan segala konsekuensi. Dewasa dalam segala hal. Ini bukan pilihan maupun apalah itu. Aku menjadi individu yang pincang dengan pengalaman. Bahkan aku sendiri tak bisa mengartikan kondisiku saat ini. Masih diliputi pengetahuan yang sangat kedil. Keadaan sebenarnya, menuntutku untuk sempurna. Tapi jauh dari harap, jauh juga dari sempurna. Oh… oh… oh… Dulu sesering mungkin aku menyalahkan diri sendiri. Kenapa segala yang kupunya tak bisa kugunakan secara optimal? Haha… kenapa? Kenapa kawan ? Padahal mengingat sedikit konsep dari seorang filsuf, setiap manusia yang terlahir di dunia ini memiliki apa itu yang namanya potensi. So,,,kenapa? Potensiku tak berfungsi? (Yang tau jawabannya, sms aku yach… 085640199197)

Kepastian Statusku

Pasti kau tak ingin tahu kan, bagaimana sayangku kepadamu? Bagaimana pengorbananku untukmu? Pasti kau juga menganggap semua yang kulakukan biasa saja. Seperti teman-temanmu yang lain. Bedanya aku terlalu norak, karena sangat menunjukkan kekaguman berlebihan kepadamu. Aku tak akan menyalahkanmu. Ini semua adalah proses. Ini semua harus kulalui. Tapi, sialnya aku yang selalu kebagian menjadi aktris kalah. Alias Aktris yang sengsara. Hahahaha…. Dulu, aku berharap kau tahu semua. Yach… tahu semua tentang rasaku, pikirku, tangisku, senyumku, setiap detikku. Tapi sekarang, semua bisa aku tangani kawan. Aku punya otak. Aku tak harus selalu menuruti hawa nafsuku. Aku harus menjadi wanita kuat. Meskipun sekuat mbah Marijan sekalipun. Hehehehe….. Aku akui, bayangmu selalu menghantui perjalanan hidupku ini. Kau sungguh berarti dalam hidupku saat ini. Kaulah orang pertama yang aku kabari ketika aku senang ataupun sedih. Tapi, sekarang kau dalam kondisi sebaliknya. Kau sudah terlihat ter...

A People Shadow

Kamis, 16 September 2010 Apakah aku tak bernyali untuk bilang pada dunia, aku pandai? Aku cantik? Aku Jauh di atas segalanya dari orang lain? Tapi apakah benar, jika demikian yang kulakukan bukan keseganan tapi cemoohan orang lain yang akan kuterima? Mungkin aku terlalu mengada-ada dengan semua. Ya benar… hanya berangan-angan layaknya manusia kerdil yang tak memiliki apa-apa. Aku cukup bangga ketika berjalan berdampingan dengan seorang sahabat yang sangat cantik. Aku dapat mengangkat kepala tanpa beban, jika sedang berdiskusi yang saat itu bersebelahan dengan sahabat yang kritis. Aku dapat tertawa sombong ketika semobil dengan sahabat yang kaya. Aku ikut lemah lembut ketika bersama dengan kakakku yang bersahaja. Tapi ketika aku sendiri, aku berjalan terburu-buru di halaman mall karena tak percaya diri. Aku sangat takut berdiskusi jika tidak bersebelahan dengan sahabat yang kritis. Aku tak pernah tertawa bangga ketika hanya bisa naik motor milik bapakku. Aku sangat urakan ketika...

Ibu... Aku Lelah

Pagi ini aku cukup tersedu. Mengharap belaimu, ciummu, serta kasihmu. Aku mencintaimu... Aku merindukanmu... hanya kepadamu... ibu... Bagaimana jiwa & ragaku tanpamu ibu??? Aku sudah sangat lelah mengemban tugasmu,, Aku tertatih-tatih mengikuti ritme berputarnya waktu,, Aku benar2 penat ijinkanlah aku untuk meminta maaf padamu ibu....lalu berkata "Aku menyerah... Aku tak kuasa... " Aku padamu ibu

Kisahku Kisahmu

oh...bulan dan bintang... temani aku malam ini akan kunyanyikan sebuah lagu kisah tentang cintaku padanya ... (sepenggal lagu dari Raflesia) yupz..tepat benar lagu itu sebagai wakil hatiku saat ini. Inginya bulan yg menemani, tapi yg datang agenda bulan juli & agustus super duper full. Ya elah mo nulis apa yak, ribet amat. Hai...kamu kamu kamu! Jgn ganggu trus pkiranku dong say...aku sudah cukup tersiksa merinduimu Please.. biarkan aku trlelap malam ini tanpamu

Jatuh

Entah ini apa artinya,aku tidak tahu. Sore tadi sekitar pukul 5 lebih, akhirnya aku keluar rumah juga. Hal itu karena satu alasan, ingin beli sampo ke warung. Berjalanlah menuju warung dekat rumah. Cukup satu saset saja. Sepulang dari membeli sampo, aku tak langsung pulang ke rumah. Mampirlah ke rumah tetangga. Ingin main, & ketemu dgn Aliyah. Teman yg selalu menemani & berbagi cerita. Baru saja panggil namanya, sudah kuurungkan niat u/ main. Aku terkesima melihat pemandangan langit yg amazing! Mungkin, sebenarnya biasa. Tapi, entah kenapa aku baru sadar, takjub, & ingin selalu menikmati pemandangan yg bagiku luar biasa. Muncul hasrat ingin mengabadikanya melalui kamera hp. Cepat2 bergegas mengambil hp kesayangan ke rumah. Aku siap2 menyiagakan modus foto. Ingin sekali mendapatkan enggel foto terbaik. Akhirnya, naiklah aku ke tangga jalan milik tetanggaku. Kurang hati2nya aku karena terus membidik langit, tak kusadari pijakan kakiku di tangga berada di pinggiran. Ya ...

Harap-harap Cemas

Pertanyan yg ada di otakku saat ini "Datang nggak ya?". Nggak berani berharap banyak coy, tapi tak kupungkiri ingin sekali dia datang. Melihat senyum, mendengar cerita, menikmati ta2pan mata, & semua tentangnya. "Parfummu saja membuatku rindu, apalagi kamu???" (kujadikan status FB). Meski sekian lama hatiku kosong tentangmu, masih ada isyarat kerinduan kok. Aku pasrah apakah bisa kembali ke masa2 indah, hanya dgnmu. Plaining hari ini ingin melepas penat bersamu. Kau yg mengajak. Btw, kok sampai sekarang belum ada konfirmasi ya??? Hahaha... LOL Ya sudahlah.. Jika Allah ridho pasti jadi kok. *belajarbersikapdewasa* Menunggumu sesuatu yg nggak menyebalkan kok. Aku ikhlas, aku ridho selalu menunggu kehadiranmu. Meski terus saja harap2 cemas. Kayak orang mo ketemu orang terkasih. Upz... kau juga terkasih, namun cukup dlm batas seorang sahabat. Kau percaya kan, aku mampu mendefinisikan hubungan kita??? Percayalah padaku, skr aku bisa kok membedakan cinta untuk sahaba...

Harap-Harap Cemas

Pertanyan yg ada di otakku saat ini "Datang nggak ya?". Tidak berani berharap banyak, tapi ingin dia datang tak aku pungkiri. "Parfummu saja membuatku rindu, apalagi kamu???" (kujadikan status FB). Meski sekian lama hatiku kosong tentangmu, masih ada isyarat kerinduan. Plaining hari ini ingin melepas penat bersamamu. Kau yg mengajak. Btw, kok sampai sekarang belum ada konfirmasi ya???Hahaha... Ya sudahlah.. Jika Allah ridho pasti jadi kok. *belajarbersikapdewasa*

Aktualisasi Diri

Hari ini terlihat berbeda dari hari-hari sebelumnya.AKU BISA BANGUN PAGI.Thank's Allah,,aku sangat bahagia atas keberhasilanku taklukan malas pagi hari. Semalam aku mulai berpikir tentang banyak hal. Semuanya,disinyalir efek baca buku 'Psikologi Perkembangan'. Meski yang kubaca hanya beberapa sub-bab.Tapi,sedikit banyak memberikan pencerahan. Terutama mengetahui apa yang menjadi sebab adanya krisis diriku. Mungkin di antara pembaca berceloteh 'sebenarnya ke arah mana,akan aku bawa kemana tulisanku ini?'.Jawabnya: nikmatin saja tulisanku ini meski tidak sistematis alias loncat sana sini kayak katak. Hai kawan,,tidakkah kau tahu,aku tidak harus kau mengerti atau pahami.Aku hanya manusia yang sedang mencari citra diri. Manusia yang ingin menemukan pasangan hidup, mendapatkan pekerjaan yang memuaskan & ketenaran dalam masyarakat. Manusiawi kan?Hahaha. . . Seringkali kugembar-gemborkan kata SEMANGAT. Entah sasaranya untuk pribadiku sendiri maupun untuk orang lain...

Penuh Ekspresi

Enaknya nulis apa yach??! **mikirmikir*. Tentang kamu?(aku dah bosan ik). Tentang aku?(ya pasti dungz) dongo! Mari kita berbicara mengenai kejujuran… (apa nggak terlalu moralis yach?) Tentang kebaikan mungkin. (enggak dech). Ya udah terserah pikiranku aja yach… kata Armada sich… mau dibawa kemana tulisanku ini ok2 aja pokoknya…. Prospek ke depan yang ingin aku raih. Jadi orang sukses dengan kemandirian memeroleh sesuatu yang berhubungan dengan finansiaaal, mengkontribusikan diri untuk orang lain (baca:selain personality), wanita sholehah, mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. (weiiiiiit….. sempurna kali yech….) Boleh kan bermimpi? Boleh kan punya lebih dari satu harapan? Semua boleh dongz! Sekarang otak dan hati mulai menggiring ke arah cinta nich. (dach mulai melo..haha). Dibilang setia, aku berani memproklamirkan kalu aku orangnya. Sampai detik ini, aku masih setia cinta dan terus cinta dengan my first love. Meskipun dia sudah milik orang lain. Boleh kan? Detik aku merin...

Kebahagiaan Tak Berujung

19 April 2010 13.07 WIB Aku bangun dengan sedikit terpaksa. Memenuhi panggilan bapak yang sedari tadi mengetuk pintu kamar. Bapak berkata: “bangun nok… ikut upacara pagi lho!”. Serta merta aku menjawab:” Enggih pak!”. Kupaksa mata ini untuk terjaga meski kepala agak sedikit pening. Kemudian kugiring badan ini untuk mandi. Di dalam hati kecil berujar :”Semangat Mulyati! Demi duit Rp. 75.000 untuk membayar bulanan aerobic”. Aku tersenyum. Selesai mandi kulengkapi diri ini dengan buasana rapi, yaitu baju batik biru, celana bahan, & kerudung putih. Lalu mulailah aku berhias di cermin yang sudah mulai bosan melihat parasku (hahahahaha….. ). Tak lupa pakai sepatu paling elegan. Pokonya perfect & mantab dah…… Berangkat menuju TPS (Tempat Pemungutan Suara) dalam rangka pemilihan Walikota Semarang. Hiruk pikuk TPS mulai menyambutku. Tak ada satupun perempuan di sana kecuali aku. Ya, hanya aku. Seiring penantian upacara dimulai, aku sibukkan dengan mengoperasikan handphone kesayang...

Terima Kasih

Kamis, 8 April 2010 23.29 WIB Badan ini sedari tadi terasa menolak untuk melakukan segala aktivitas. Alhasil, ingin sekali dia istirahat. Aku turuti permintaan tubuh yang agak manja untuk hari ini. Detik berganti menit lalu berganti jam, akhirnya aku merehatkan badan. Meskipun demikian, otak dan mata tak mau kompromi. Otak mengganggu dengan mengantarku ke arah orang-orang terkasih. Sedangkan mata, sekian waktu tak dapat terpejam. Malam ini aku ingin sedikit berkisah. Tentunya sangat melankolis karena tak jauh berhubungan dengan apa yang namanya cinta. Oh ya… akan aku deskripsikan apa yang dilakukan otakku untuk kembali merayu bertemu kamu. Sebenarnya memikirkanmu telah aku alihkan dengan pikiran tentang instrukturku yang memberikan sedikit perhatian kepadaku. Kemudian imajinasiku tentang suatu cerita yang cukup kumengerti sendiri. Tetap saja otakku tertawa terbahak atas kemenagannya mempengaruhiku untuk memikirkanmu. Cukup sederhana, hanya memikirkanmu. Otakku mulai mengiring ke masa y...

Anugrah Terindah

Mengenalmu suatu anugrah. Dekat denganmu suatu yang kutunggu. Perjumpaan awal, kata yang terungkap adalah mendekati perfect. Kutahu wajahmu, gaya bicara, pembawaan diri, cara bersikap, cara bertuturmu,, subhanaallah…. Hingga pada saat ini. Kujumpai lagi kau dalam dimensi berbeda. Kita lebih dekat. Kita ada feeling, ada kepekaan yang mulai muncul secara tak sadar. Sejauh itu, aku meenyukaimu karna fisikmu. Ketertarikan ini yang melandasi semua menjadi tulus, menjadi suka untuk segala hal. Aku ingin selalu bersama. Menghabiskan waktu hanya berdua denganmu. Kata-kata tak sadarku pernah terungkap dan sekarang terlaksana, jika suatu hari nanti akan benar-benar bertemu yang indah di saat yang indah. Hubungan awal kurasakan sambutan yang luar biasa. Hingga aku mabuk cinta. Tak sadar ini tidak mungkin. Untuk saat ini kau segala bagiku. Aku tak bisa hidup tanpamu. Akan aku lakukan apa saja untuk membuatmu selalu tersenyum. Jika aku diberikan untuk terlahir kembali, ingin rasanya menjadi sosok b...

Kamu Masih Merinduiku

Sabtu, 20 Maret 2010 22.29 WIB Sejak dua hari yang lalu, mulai terlihat perubahan dalam dirimu. Sesuatu yang sudah menjadi rutinitas, begitu saja tak kau laksanakan seperti yang sudah-sudah. Melihat perubahan itu, aku masih berpositif thinking. Segala kemungkinan telah muncul. Mungkin, kamu lagi sibuk dengan pekerjaanmu di rumah sakit ataupun di rumah. Mungkin, kondisi tubuhmu sedang dalam keadaan kurang sehat atau kecapean. Hingga kemungkinan akhir yang menyelimuti otakku adalah kebosanan atau rasa malas sedang menyertaimu hingga tak seperti biasa. Kemarin, masih saja kau sama seperti hari sebelumnya. Aku putuskan untuk memulai menyapamu. Setiap aku Tanya: “Kamu lagi apa?” selalu tak ada jawaban. Lama, tak ada balance sms kita, kuputuskan untuk menyudahi sms hari itu. Aku dan kau sibuk dengan dunia kita sendiri. Sekitar pukul lima sore, kau mengirimkan sms. Hati yang resah jadi bahagia, badan yang capek jadi semangat lagi. Saat itu, aku akan berangkat aerobic hingga sms terakhirmu ...

Jenuh atau Ketaktulusan?

Tak lagi ada kerinduan yang menggebu. Tak sedikit pun keinginan ingin bertemu. Kepekaan yang menjadi senjata andalan kita untuk berkomunikasi, telah luntur dengan berlalunya waktu. Mereka-reka pun telah lama pupus dengan mati rasaku kepadamu. Melihat namamu yang tertulis di facebook, biasa saja. Mendapat sms darimu kurasakan tak ada yang special. Sekarang semuanya begitu kosong. Tentangmu, rasamu, wajahmu, ceritamu, dan segala yang berhubungan denganmu, tak begitu beda dengan yang lain. Apakah aku telah jenuh denganmu? Ataukah selama ini yang kucurahkan kepadamu tak tulus? Ketika aku sakit, kau begitu perhatian. Mendengarkan semua keluhanku. Memberikan solusi tentang obat apa yang sebaiknya aku konsumsi. Merasakan segala kemarahanku. Sampai kau mempunyai niat meski sedikit, ingin menjengukku. Padahal jarak kita begitu jauh. Salut dengan semua yang kau berikan untukku. Kenapa semakin lama, tak ada yang bergetar lagi dalam dadaku. Aku tak bisa merasakan apa yang kau rasa. Aku tak bisa me...

Aku Kecewa

Aku benar-benar tidak kuat menahan rasa sakitku kali ini. Mencoba hingga terus mencoba memberikan kasih tulus,namun tak ada daya. Kau berikan waktumu untuk orang lain, di saat aku memikirkanmu & terus memutar otak untuk selalu membuatmu tersenyum. Aku berdandan sesempurna mungkin, tapi di belakangku kau bertelpon2an mesra dgn orang lain. Yang membuat hatiku kembali hancur, ternyata kau merindui yang lain & bukan aku. Betapa tak berharganya aku di atas hatimu. Aku memang bukan siapa-siapa. Aku juga bingung dgn rasa yang ku punya. Kau hanya menilai, apa yang kuberikan selama ini tak lebih dari sesuatu yg wajib mendapatkan imbalan yg serupa. Padahal, di balik apa yang kuberikan lebih tak ternilai yaitu sayang, cinta, perhatian, pengorbanan,,, Begitu halnya, ketika kau memberikan sesuatu berwujud finansial, yg kulihat bukan nilainya tapi motif atau hal yg melatarbelakangi kau memberikan itu. Kasihanmu karna kasihan, kebaikanmu karna kesungkanan, senyummu hanya kepura-puraan, maaf, ...

Keraguan Jalan Pikiranku

Sampai detik ini,tak kumengerti apa yang kau pikirkan. Apa yang kau rasakan bersamaku,aku pun tak tahu. Mengeja sedikit demi sedikit kisah yang telah kita tulis, membuatku semakin pesimis. Aku berusaha memahamimu,tapi tak mampu. Aku berusaha mengikuti alurmu, tapi membuatku semakin tersesat. Aku tersesat dalam satu medan makna yaitu CINTA. Cinta dalam konteks sebagai kekasih, dan cinta dalam konteks sebagai sahabat. Di antara ke-duanya sangat tipis jaraknya.

Kisah Tak Memusnah

Hari ini ajib dah pokoknya,,! Plaining kilat, actionya membawa nikmat. Thank's sedalam-dalamnya buat sahabatku Sanchai (upz,,,Watik Hadifah deng), Mala yg dgn kesabaranya menuruti permintaanku, & Rani yg dgn ikhlas setelah kupaksa ngasih pulsa,, Aku sadar dgn mata hatiku, kalian sayang ma aku. Thank's God,,kau kirim orang2 terbaik u/ berada di sampingku. Habib,kurindukan dirimu. Aku tau meski kau tak ada bersama kami,tapi jiwamu bersama kami. Aku sadar 100% kalau kau juga sayang aku. Semoga ini menjadi motivasi untuk mengejar mimpiku,,