Cahaya terindah & pelipur laraku tak lain Raka Wijaya. Dia adiku ke-2 yg du2k di kelas 1 SD. Yg bisa buat aku marah, tersenyum, nangis, mengharu biru & bisa mengeluarkan segala rasa yang aku punya. Selagi mata terindahnya belum terpejam, aku dibuatnya marah, emosi, tak dapat mengendalikan diri, teriak2. Aq sudah menganggapnya wajar karna adiku yg satu itu selalu saja memancing diri ini untuk melakukanya. Bandel, tidak mau diatur, melawan, malah kata orang2 dia nakal. Meski demikian, aku tahu kalau dia memiliki potensi luar biasa. Mungkin hanya perlu kesabaran, ketelatenan, perhatian lebih. Aku sudah mencobanya, tapi tetap tidak bisa. Apalagi selalu dibayangi dengan ketidakmauanku untuk mengemban tanggung jawab yg teramat berat. Aku berpikir merawat adiku yg sedemikian rupa bukan kewajibanku. Aku tidak rela maja lajangku habis untuk merawat adik. Aku tidak peduli mau dianggap egois, tidak perhatian, tidak sayang atau apalah. Yg aku ingin rasakan, menjadi diriku yg tidak terd...
I don't care what you're thinking! I don'care what you're talking! I don't care what you're want!