Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Komentar Buruk

Pernah nie dahulu kala.. Aku jadi MC (Master of Ceremonies) dlm bahasa Indonesia adalah pembawa acara. Ya boleh dibilang MC reguler gitu di suatu events. Kenapa aku sebut MC reguler? karena aku selalu jd MC-nya di acara yg diadakan setiap 1-2 tahun sekali itu. Terus suatu ketika, pulang sekolah mampir ke warung makan beli makan siang. Ya biasalah karena aku orangnya ramah & nggak sombong maka ngobrolah aku ma ibuknya yg jualan makan. Tetiba sampe di suatu percakapan.. Bu penjual: "Mbak.. tau gak yg jd MC biasanya di acara ini?" Aku: "Kenapa bu..?" *sambil drengas drenges (dlm hati tanda tanya 'nopo iki?') Bu penjual: "Itu loh mbak.. kok kurang apek, suarane yo kurang manteb, sopo toh mbak?" Aku: *Tersenyum kecut, trs mematung, tambahi emot muter2. (dlm hati "wuasyeeeeeeeem") Ku meh jawab 'AKU buuuuuuuuuuuu..' tp aku jadi mikir, seperti ini: 1. Takut ibuknya yg jualan kisinan (malu) karena telah menelanjangi ane dgn hinaan ...

Beda Perspektif

Menjalani sebuah hubungan yg baru itu tak mudah. Fasenya berawal dari kenalan, bertukar informasi diri, lalu ada intensitas. Jika sama - sama ada kecocokan maka jalinan hubungan tsb akan terus berlanjut. Bertambahnya waktu akan merubah juga pendekatan emosional kedua belah pihak. Semakin lama pendekatan tsb akan memberikan informasi kpd keduanya ttg sisi lain yg belum terkuak. Sisi lain itu mengenai kelebihan dan kekurangan masing2 antara aku dan kamu. Tak jarang muncul perdebatan-perdebatan ringan sampe terkadang berujung pertengkaran. Aku tipe yg menghargai perbedaan perspektif. Kamu mau beda dgnku tak masalah, karena aq akan bertahan dgn hal-hal yg aku anggap benar. Bagiku menghargai opini orang lain itu ada tiga varian: sepaham, mengoreksi,  dan menolak. Jadi, jika aku menolak ato tak sepaham denganmu harusnya juga kau mengerti. Berbeda dgn apa yg kupikirkan, bagimu aku egois, arogan,  dan keras kepala. Hahahaha... Sedangkan tipemu, kau punya perspektif yg sering ka...