Ada apa denganku ya? Kenapa kewajiban sendiri terbengkalai? Apa mungkin keterpaksaan, dan kebosanan terdahulu yang menjadi sebabnya? Atau bukan karena kesadaran dari diriku sendiri? Ada yang bisa membantuku untuk menjawabnya? Selama 6 tahun aku dituntut untuk menjadi manusia yang taat akan ajaran agama. Jika tak terlaksana, maka aku dapat hukuman. Jika aku lakukan dengan baik, maka aku mendapat pujian. Baik sich,,, tapi apakah didikan seperti itu berhasil? Atau mungkin aku terlalu kebal dengan hukuman? Selama 6 tahun aku menjadi seorang manusia penurut, menerima saja dogma-dogma, tunduk akan kekuasaan sang kyai. Aku lakukan semua itu tanpa hati. Sebenarnya hatiku memberontak, karna aku tak suka diatur. Aku tidak suka orang yang mendikteku. Tapi apakah aku biarkan jiwa dan ragaku terpuruk dalam lembah kemungkaran? Kukatakan dengan tegas, TIDAK! Hanya saja, aku ingin melakukannya sepenuh hati. Tanpa paksaan, tanpa takut akan hukuman. Dengan demikian, aku dapat istiqomah. Tapi, misaln...
I don't care what you're thinking! I don'care what you're talking! I don't care what you're want!