Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Kamu Goblok

Kamu goblok, membuatku menangis tadi sore. Kamu goblok, membuatku membencimu entah sampai kapan. Kamu goblok, membuat rasa sayangku musnah. Kamu goblok, membuatku menutup semua akses komunikasi. Kamu goblok, masih mengatakan sayang setelah lama waktuku terbuang. Kamu goblok, kamu sendiri yang bilang kamu goblok. Tau nggak, kamu bodoh meragukan kesetiaanku. Pasti kamu orang bodoh, membuatku merasa bersalah karena menyebutmu pengecut. Kamu tu bener-bener bodoh, membuatku menghancurkan semua kenangan-kenangan kita. Bodoh kok dipelihara! Barang yang menurutmu so sweet itu, sudah lama pecah berkeping-keping. Barang yang kau belikan untukku itu, putus berceceran waktu aku mengepel. Barang yang kau hadiahkan saat ultahku, sudah kubuang ke gudang. Barang yang selalu kupakai tapi darimu itu akan aku hancurkan. Semua darimu akan kukubur bersama kenangan atau apalah. Kau tidak berguna! Kau bahkan sampah yang tak pantas untuk didaur ulang. Pengen disayang kok nggak sayang? Pengen diperhatika...

Stressssssss

Antara takut, putus asa, setengah pasrah, pusing, bergantian meracuni pikiranku saat ini. Obat yang ada kandungan paracetamolnya tak pernah lepas kukonsumsi tiap harinya. Entah menyembuhkan atau malah menambah toksin di dalam tubuhku, aku tak peduli. Intinya, aku tidak mau merasakan sakit yang berkepanjangan. Inilah hidup, masalah semakin hari semakin tambah and semakin rumit untuk ditaklukkan. Aku masih punya keyakinan jika setiap masalah yang diberi Sang Pencipta penulis blog ini tidak akan melampaui batas kemampuan hambanya. Aku selalu menghibur diri sendiri dengan positif thinking, meskipun masih saja takut. Kalau kuteliti awal mula sakitnya kepalaku karena terlalu banyak berpikir. Orang yang kucintai setengah mati hanya menganggapku sahabatnya dan menyebutku sebagai sahabat yang jahat. Pacarku yang super manja mengharap perhatiannku and menggantungkan status hubungan. Skripsiku yang tak kunjung usai, pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat belum kuker...

Lagi Lagi Galau

Selama dua hari ini, aku kembali lagi manjalani hidup tanpa semangat. Bukan saja aku sendiri yang merasakan perubahan itu. Namun, orang-orang di sekitarku juga ikut merasakan ketak-semangatanku. Ada yang diam-diam memerhatikanku. Ada yang siap sedia menjadi pendengar setia. Ada yang rela menjadi pelampiasan resahku. Simpulannya, semua yang ada di sekitarku bersimpati. Jika dalam masa yang demikian, aku memang jauh berubah dari yang biasa aku lakukan di kehidupan sehari-hari. Aku lebih suka menyendiri. Aku selalu melampiaskan kekesalanku dengan melakukan hal-hal yang tidak biasanya, seperti: mencuci sendiri motor kesayangan , ngemil yang super gila, murid-murid yg les privat di tempatku aku usir, marah-marah super ga jelas, tetangga yang minta tolong aku acuhkan, yang terakhir yang sudah kulakukan 'ujan-ujanan di depan rumah (wkakaka... kata tetanggaku, aku mpe disebut perawan gemblung). Please dech... kalau aku lagi galau kayak gitu jangan ada yang mendekatiku! Karna saat itu a...

Allah Masih Menyayangiku

Pagi ini yang ada dalam harapku yaitu tak menunda-nunda pekerjaan. Yach.. mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menuju perubahan. Kemudian, selalu mendekatkan diri pada Allah, selalu cinta keluarga, yang paling penting mencintai diri sendiri. Tak hanya berucap tapi bertindak. Tak cukup berharap tapi terterap. Di usia 24 tahun ini, aku tak ingin menjadi dewasa hanya secara fisik namun berusaha menjadi dewasa dalam kepribadian juga. Sekarang ini, aku teringat saat browsing menemukan ungkapan blogger seperti ini:"Dewasa itu tidak bertingkah seperti bayi!" Wkakakaka… kalau kamu ga dewasa berarti bayi! Sebenarnya sudah lama aku kecewa dengan perayaan ultahku. Ya.. alasannya karena aku punya harapan yang terlalu tinggi. Namun di kehidupanku tak terlaksana. Sudah sering kugembar –gemborkan. Ya sudahlah.. Nasi tak akan menjadi bubur. Pasti ada hikmah di balik kekecewaanku. Sekarang bukan saatnya menggerutu atau terus berkeluh kesah apalagi meratapi nasib. Tetapi sebaliknya, ...