Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2010

Jenuh atau Ketaktulusan?

Tak lagi ada kerinduan yang menggebu. Tak sedikit pun keinginan ingin bertemu. Kepekaan yang menjadi senjata andalan kita untuk berkomunikasi, telah luntur dengan berlalunya waktu. Mereka-reka pun telah lama pupus dengan mati rasaku kepadamu. Melihat namamu yang tertulis di facebook, biasa saja. Mendapat sms darimu kurasakan tak ada yang special. Sekarang semuanya begitu kosong. Tentangmu, rasamu, wajahmu, ceritamu, dan segala yang berhubungan denganmu, tak begitu beda dengan yang lain. Apakah aku telah jenuh denganmu? Ataukah selama ini yang kucurahkan kepadamu tak tulus? Ketika aku sakit, kau begitu perhatian. Mendengarkan semua keluhanku. Memberikan solusi tentang obat apa yang sebaiknya aku konsumsi. Merasakan segala kemarahanku. Sampai kau mempunyai niat meski sedikit, ingin menjengukku. Padahal jarak kita begitu jauh. Salut dengan semua yang kau berikan untukku. Kenapa semakin lama, tak ada yang bergetar lagi dalam dadaku. Aku tak bisa merasakan apa yang kau rasa. Aku tak bisa me...

Aku Kecewa

Aku benar-benar tidak kuat menahan rasa sakitku kali ini. Mencoba hingga terus mencoba memberikan kasih tulus,namun tak ada daya. Kau berikan waktumu untuk orang lain, di saat aku memikirkanmu & terus memutar otak untuk selalu membuatmu tersenyum. Aku berdandan sesempurna mungkin, tapi di belakangku kau bertelpon2an mesra dgn orang lain. Yang membuat hatiku kembali hancur, ternyata kau merindui yang lain & bukan aku. Betapa tak berharganya aku di atas hatimu. Aku memang bukan siapa-siapa. Aku juga bingung dgn rasa yang ku punya. Kau hanya menilai, apa yang kuberikan selama ini tak lebih dari sesuatu yg wajib mendapatkan imbalan yg serupa. Padahal, di balik apa yang kuberikan lebih tak ternilai yaitu sayang, cinta, perhatian, pengorbanan,,, Begitu halnya, ketika kau memberikan sesuatu berwujud finansial, yg kulihat bukan nilainya tapi motif atau hal yg melatarbelakangi kau memberikan itu. Kasihanmu karna kasihan, kebaikanmu karna kesungkanan, senyummu hanya kepura-puraan, maaf, ...

Keraguan Jalan Pikiranku

Sampai detik ini,tak kumengerti apa yang kau pikirkan. Apa yang kau rasakan bersamaku,aku pun tak tahu. Mengeja sedikit demi sedikit kisah yang telah kita tulis, membuatku semakin pesimis. Aku berusaha memahamimu,tapi tak mampu. Aku berusaha mengikuti alurmu, tapi membuatku semakin tersesat. Aku tersesat dalam satu medan makna yaitu CINTA. Cinta dalam konteks sebagai kekasih, dan cinta dalam konteks sebagai sahabat. Di antara ke-duanya sangat tipis jaraknya.

Kisah Tak Memusnah

Hari ini ajib dah pokoknya,,! Plaining kilat, actionya membawa nikmat. Thank's sedalam-dalamnya buat sahabatku Sanchai (upz,,,Watik Hadifah deng), Mala yg dgn kesabaranya menuruti permintaanku, & Rani yg dgn ikhlas setelah kupaksa ngasih pulsa,, Aku sadar dgn mata hatiku, kalian sayang ma aku. Thank's God,,kau kirim orang2 terbaik u/ berada di sampingku. Habib,kurindukan dirimu. Aku tau meski kau tak ada bersama kami,tapi jiwamu bersama kami. Aku sadar 100% kalau kau juga sayang aku. Semoga ini menjadi motivasi untuk mengejar mimpiku,,