Langsung ke konten utama

Rindu ini sangat menyiksa

Sepertinya janji yg telah terungkap terasa berat. Mudah kututurkan, sulit kulakukan. Sanggupkah diri ini untuk menaklukanya meski telah semangat?
Seperti malam ini,,
kurindukan hadirmu meski lewat udara. Berjuang keras usir keinginan hingga tahu tentangmu. Resah gelisah sebelum kau beri kabar.
Tolong Tuhan, sampaikan salam rinduku padanya. Salam terindah yang kupunya.
Ini semua bentuk keingkaran diriku atas janjiku. Seharusnya, rindu itu tak menjadi ada. Sebelumnya dalam janjiku,tak akan pernah secuilpun merindukanya dalam konteks sebagai orang terkasih. Tapi,rasa yg kumiliki sebagai orang yg mencinta. Cinta lebih dari teman, cinta lebih dari sahabat. Sadar betul,itu tak akan mungkin. Tapi sungguh, rindu ini sangat menyiksaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...