Langsung ke konten utama

Siapa Kamu?

Aku benci sekali selalu ada perdebatan antara diriku dan hati nuraniku.
Aku tidak suka hidupku diatur-atur oleh orang yg tidak tahu sepenuhnya tentang diriku.
Kau mendekat saat ada tujuan tertentu, jadi apakah salah kalau aku selalu membantah perintahmu.
Kau hanya mengintruksi aku harus begini aku harus begitu padahal diriku tak sepenuhnya mengenalmu.
Kamu siapa harus kuturuti perintahmu???
Lagian aku inget sekali kalau kau pernah menjelek-jelekkan ibukku. Apa pantas kau buka aib ibuku di hadapanku?
Jika saja kau bukan kakak dr ayahku pasti aku sudah sangat membencimu.
Aku selalu mrngendalikan diri jika sewaktu2 menunjukkan ketaksopanan ke kamu.
Mungkin niatmu baik ingin ku cepat menikah. Tapi jangan pernah memaksaku menikah dengan siapa. Aku punya hakku menentukan siapa yg jadi pendamping hidupku.
Aku tak peduli denganmu. Kamu siapa? Sok ngatur-ngatur!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...