Jujur atau mengingkari hati saat inilah yg gw rasa. Di satu sisi perasan ada kemengertian dgn apa yg tertangkap di luar panca indra. Di sisi lain logika tetap saja menyertai.
Keingininan & kenyataan tak selalu beriringan kawan. Pikiran kita pun sering tak sejalan dgn yg lain.
Teringat suatu penjelasan sebenarnya jika kita biasanya sering menangkap rahasia sang Ilahi, tetapi pada saat itu tak merasakan apa2 berarti kita masih terselimuti hal-hal keduniawian.
Mungkin saja cinta yg akan kita tawarkan hanyalah cinta yg berkawan dgn nafsu. Cinta yg harus terbalaskan. Cinta yg tentu saja tak berkualitas.
Komentar