Langsung ke konten utama

Aku Kecewa

Aku benar-benar tidak kuat menahan rasa sakitku kali ini. Mencoba hingga terus mencoba memberikan kasih tulus,namun tak ada daya.
Kau berikan waktumu untuk orang lain, di saat aku memikirkanmu & terus memutar otak untuk selalu membuatmu tersenyum.
Aku berdandan sesempurna mungkin, tapi di belakangku kau bertelpon2an mesra dgn orang lain.
Yang membuat hatiku kembali hancur, ternyata kau merindui yang lain & bukan aku.
Betapa tak berharganya aku di atas hatimu.
Aku memang bukan siapa-siapa. Aku juga bingung dgn rasa yang ku punya.
Kau hanya menilai, apa yang kuberikan selama ini tak lebih dari sesuatu yg wajib mendapatkan imbalan yg serupa. Padahal, di balik apa yang kuberikan lebih tak ternilai yaitu sayang, cinta, perhatian, pengorbanan,,,
Begitu halnya, ketika kau memberikan sesuatu berwujud finansial, yg kulihat bukan nilainya tapi motif atau hal yg melatarbelakangi kau memberikan itu.
Kasihanmu karna kasihan,
kebaikanmu karna kesungkanan,
senyummu hanya kepura-puraan,
maaf, jika aku salah menilai tentang dirimu. Tapi untuk saat ini kecerdasan yg kumiliki hanya sampai interpretasi yg demikian rupa.
Alhasil, aku kecewa...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...