Langsung ke konten utama

Gundah

Enaknya ngapain ya? Apa yang layak kutulis di blog ini masih menjadi pertanyaanku setiap waktu. Jika aku baca kembali tulisan-tulisan yang telah aku entri, bisa dikatakan 80% hanyalah pengalaman sehari-hari, curhat, ungkapan perasaan.

Mungkin jika ada yang berkomentar : “Lembek banget sich jadi cewek!”
Semua melulu soal perasaan. “Apa ga ada yang bisa kamu tulis selain ungkapan perasaan?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah mulai menghantuiku. Lha terus gimana, prinsipku yang terpenting ketika menulis ga mencontek karya-karya orang lain alias tidak menjadi plagiat. Itu saja sudah menjadi kepuasaan tersendiri. Setidaknya blog ini sebagai wadah untuk latihan menulis.

Ah…. Biarlah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Apapun yang kamu semua katakan tentang blogku ini, aku akan tetap menulis.
Titik. Weeeeeeeeeeekkkk.
(emang ada yang komplen begitu ya ul?). *enggak. Lha wong dibaca orang lain pun aku ga tahu!*sok lugu.

Tapi aku yakin ada yang membaca. Whehehe… ada yang senyum-senyum nich….

Aku pikir, kelebihan menulis di blog adalah tulisan-tulisan kita tidak akan hilang oleh berlalunya waktu. Artinya, tulisannya ga akan pudar kayak nulis di kertas dengan pen yang harganya Rp. 1.000,- ; terus lebih good looking; pokoknya lebih top markotop (kata pak Bondan Trans TV).

Yach… dengan nulis di blog menurutku lebih meningkatkan semangat untuk selalu menulis. Malu kan kalau punya blog yang isinya hanya satu judul. Wkakakakakaka….

Ok… bagi pembaca… selamat menikmati aja tulisanku…..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...