Langsung ke konten utama

Stressssssss

Antara takut, putus asa, setengah pasrah, pusing, bergantian meracuni pikiranku saat ini. Obat yang ada kandungan paracetamolnya tak pernah lepas kukonsumsi tiap harinya. Entah menyembuhkan atau malah menambah toksin di dalam tubuhku, aku tak peduli. Intinya, aku tidak mau merasakan sakit yang berkepanjangan.

Inilah hidup, masalah semakin hari semakin tambah and semakin rumit untuk ditaklukkan. Aku masih punya keyakinan jika setiap masalah yang diberi Sang Pencipta penulis blog ini tidak akan melampaui batas kemampuan hambanya. Aku selalu menghibur diri sendiri dengan positif thinking, meskipun masih saja takut.

Kalau kuteliti awal mula sakitnya kepalaku karena terlalu banyak berpikir. Orang yang kucintai setengah mati hanya menganggapku sahabatnya dan menyebutku sebagai sahabat yang jahat. Pacarku yang super manja mengharap perhatiannku and menggantungkan status hubungan. Skripsiku yang tak kunjung usai, pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat belum kukerjakan, belum masalah yang berkaitan dengan diri sendiri. alamaaaaaaaaaaaaaaakkk... tobat nyaidin dech!

Jika kuteruskan, bisa stresssssss...................... Stres itu semua kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Inget nasehat dari mantannya orang yang kucintai setengah mati itu, "Masalah tidak akan selesai jika diselesaikan sekaligus, tapi selesaikanlah satu persatu". Yach.. ujaran itu masuk akal juga. Sebenarnya aku benci banget dengan yang berujar, tapi kalau ujarannya benar kenapa enggak???

"Lihatlah APA yang dia ucapkan dan jangan melihat SIAPA yang mengucapkannya"

Yang bikin aku senewen sampai aku menulis blog saat ini...

Kebetulan lagi males banget buka facebook. Saking malesnya, hampir saja me-nonaktifkan jejaring itu. Kenapa hampir? karena aku harus berpikir dua kali setelah menonton film Social Network. Film yang sedikit banyak menarasikan tentang facebook. Setelah menonton film itu aku lebih menghargai keberadaan facebook. Tidak mengkambing-hitamkan facebook sebagai media PEMALESAN GLOBAl (istilahku sendiri). Facebook tu ga salah yang salah orang yang menyalahgunakan keberadaannya! whahaha...

Kembali lagi ke sebab senewenku. Ada sms masuk, ternyata dari teman yang senasib denganku (MAPALA = Mahasiswa Paling Lama) *wkakaka... mengabarkan jika ada undangan acara kampus hari ini di FB. Katanya kalau ga dateng akan dapat SP. Penasaran, lalu cepat-cepat saja kubuka. Jedeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet! Benar, dari salah seorang karyawan jurusan. Hampir tepar,tapi masih bisa menguasai diri.

Allah.. piye iki...???

sms temen, piye iki???

malah, pada piya piye!

aku minum obat, terus tak tinggal tidur

Wasaalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...