Langsung ke konten utama

Allah Masih Menyayangiku

Pagi ini yang ada dalam harapku yaitu tak menunda-nunda pekerjaan.
Yach.. mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menuju perubahan. Kemudian, selalu mendekatkan diri pada Allah, selalu cinta keluarga, yang paling penting mencintai diri sendiri. Tak hanya berucap tapi bertindak. Tak cukup berharap tapi terterap.

Di usia 24 tahun ini, aku tak ingin menjadi dewasa hanya secara fisik namun berusaha menjadi dewasa dalam kepribadian juga. Sekarang ini, aku teringat saat browsing menemukan ungkapan blogger seperti ini:"Dewasa itu tidak bertingkah seperti bayi!" Wkakakaka… kalau kamu ga dewasa berarti bayi! Sebenarnya sudah lama aku kecewa dengan perayaan ultahku. Ya.. alasannya karena aku punya harapan yang terlalu tinggi. Namun di kehidupanku tak terlaksana. Sudah sering kugembar –gemborkan.
Ya sudahlah.. Nasi tak akan menjadi bubur. Pasti ada hikmah di balik kekecewaanku.

Sekarang bukan saatnya menggerutu atau terus berkeluh kesah apalagi meratapi nasib. Tetapi sebaliknya, berpikir positif, motivasi tinggi untuk berinovasi, menyegerakan melakukan segala sesuatu dalam hal kebaikan. Dengan menyebut namaMu ya Allah aku berniat! Buang jauh sifat sombong, iri, dengki, egois, dendam, malas, berprasangka buruk! Lebih baik diam jika tak ada bukti. Tak melakaukan tujuan tertentu agar tidak merugikan orang lain. Perbaiki segala sikap, sifat, tutur! Tak harus serta merta berubah semuanya. Perubahan ini biarkanlah bertahap. Paling tidak sehari ini dapat memberi kebahagiaan pada orang lain itu sudah cukup.

Inilah saatnya aku taklukkan skripsi ini! Inilah waktunya aku bersahabat dengan skripsi! Tak usah menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain! Membuang waktu! Hal terbaik adalah aksi bukan intuisi!
Tolong ya Allah.. hindarkan aku dari hal-hal buruk! Musnahkanlah malas! Terimalah sayangku! Aku hambamu ya Allah.. yang sangat berharap kau perhatikan!
Sekarang bukan saatnya meminta perhatian kepada sesama manusia. Aku cukup berhak menjadi hambamu yang beriman dan bertaqwa. Aku cukup pantas memiliki ilmu yang di dalamnya itu cahaya.
Aku berlindung padaMu ya Allah dari godaan syaitan yang terkutuk!


***********************************************************************************************************

Itu semua doa dan harapanku kemarin pagi. Ternyata tak menunggu waktu lama loh Allah mengabulkannya. Hari iri kupikir, aku mendapatkan hidayah luar biasa. Segala yang diperintahkanNya kujalankan dan segala yang dilarangNya kutinggalkan. Saat ini yang kudapat kebahagiaan yang tanpa batas. Semua berjalan teratur. Aku sangat bergairah kembali menjalankan kehidupan. Aku dapat tersenyum dan menangis sesuai keadaanya.

Tx allah.. Kau masih sayang aku..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...