Membodohkanmu kala itu. Kecewa saat itu rasaku. Kebencian membabi buta terhadapmu. Makan tak nafsu. Kebahagiaan seakan semu. Melakukan segala aktivitas hanya dengan ragu.
Katanya kau masih sayang, tapi kau membuat harapanku kerdil. Perhatian yang kutaburkan hanya kau hujani dengan keraguan. Perubahanku yang kujanjikan tak hanya lewat tutur pun dengan tingkah laku kau simpulkan hanya rekayasa. Entahlah! Apalagi yang telah terjadi antara kau dan aku.
Hmmmm.. semua itu telah lalu. Sekarang, semua telah berubah 180 derajat berbanding terbalik dengan apa yang telah terjadi. Begitu dalam aku membencimu, tapi malam itu kau membuatku mencintaimu. Kau dengan tulus meminta maaf atas semua hal yang telah membuatku kecewa. Kau dengan tegas menarasikan rasa yang kau miliki. Penilaian awalku luluh seketika ketika kau dengan bijak menyikapi segala hal.
Tanpa ragu kau nyatakan:
“Aku sayang kamu”
“Kapan aku boleh melamarmu?”
Hanya beberapa detik, manyunku berubah jadi senyuman. Cuekku jadi musnah lalu aku fokus memerhatikanmu. Mengharu biru. Ternyata mudah ya menaklukkan hatiku???hehe.. Aku percaya denganmu. Pancaran matamu tak akan pernah bohong. Ketulusan ucapmu benar-benar membahana dalam hatiku.
Semua hal-hal di luar nalar kita, pasti ada Sang Perencana. Ya… benar.. yaitu Dzat yang membolak-balikkan hati. Allah S.W.T.
Doaku ternyata selalu KAU dengar.
Aku akan mencintaimu atas ijin Allah..
Katanya kau masih sayang, tapi kau membuat harapanku kerdil. Perhatian yang kutaburkan hanya kau hujani dengan keraguan. Perubahanku yang kujanjikan tak hanya lewat tutur pun dengan tingkah laku kau simpulkan hanya rekayasa. Entahlah! Apalagi yang telah terjadi antara kau dan aku.
Hmmmm.. semua itu telah lalu. Sekarang, semua telah berubah 180 derajat berbanding terbalik dengan apa yang telah terjadi. Begitu dalam aku membencimu, tapi malam itu kau membuatku mencintaimu. Kau dengan tulus meminta maaf atas semua hal yang telah membuatku kecewa. Kau dengan tegas menarasikan rasa yang kau miliki. Penilaian awalku luluh seketika ketika kau dengan bijak menyikapi segala hal.
Tanpa ragu kau nyatakan:
“Aku sayang kamu”
“Kapan aku boleh melamarmu?”
Hanya beberapa detik, manyunku berubah jadi senyuman. Cuekku jadi musnah lalu aku fokus memerhatikanmu. Mengharu biru. Ternyata mudah ya menaklukkan hatiku???hehe.. Aku percaya denganmu. Pancaran matamu tak akan pernah bohong. Ketulusan ucapmu benar-benar membahana dalam hatiku.
Semua hal-hal di luar nalar kita, pasti ada Sang Perencana. Ya… benar.. yaitu Dzat yang membolak-balikkan hati. Allah S.W.T.
Doaku ternyata selalu KAU dengar.
Aku akan mencintaimu atas ijin Allah..
Komentar