Langsung ke konten utama

Tak Sulit Memahamiku

Membodohkanmu kala itu. Kecewa saat itu rasaku. Kebencian membabi buta terhadapmu. Makan tak nafsu. Kebahagiaan seakan semu. Melakukan segala aktivitas hanya dengan ragu.

Katanya kau masih sayang, tapi kau membuat harapanku kerdil. Perhatian yang kutaburkan hanya kau hujani dengan keraguan. Perubahanku yang kujanjikan tak hanya lewat tutur pun dengan tingkah laku kau simpulkan hanya rekayasa. Entahlah! Apalagi yang telah terjadi antara kau dan aku.

Hmmmm.. semua itu telah lalu. Sekarang, semua telah berubah 180 derajat berbanding terbalik dengan apa yang telah terjadi. Begitu dalam aku membencimu, tapi malam itu kau membuatku mencintaimu. Kau dengan tulus meminta maaf atas semua hal yang telah membuatku kecewa. Kau dengan tegas menarasikan rasa yang kau miliki. Penilaian awalku luluh seketika ketika kau dengan bijak menyikapi segala hal.

Tanpa ragu kau nyatakan:

“Aku sayang kamu”

“Kapan aku boleh melamarmu?”

Hanya beberapa detik, manyunku berubah jadi senyuman. Cuekku jadi musnah lalu aku fokus memerhatikanmu. Mengharu biru. Ternyata mudah ya menaklukkan hatiku???hehe.. Aku percaya denganmu. Pancaran matamu tak akan pernah bohong. Ketulusan ucapmu benar-benar membahana dalam hatiku.

Semua hal-hal di luar nalar kita, pasti ada Sang Perencana. Ya… benar.. yaitu Dzat yang membolak-balikkan hati. Allah S.W.T.

Doaku ternyata selalu KAU dengar.

Aku akan mencintaimu atas ijin Allah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...