Langsung ke konten utama

Komentar Buruk



Pernah nie dahulu kala.. Aku jadi MC (Master of Ceremonies) dlm bahasa Indonesia adalah pembawa acara. Ya boleh dibilang MC reguler gitu di suatu events. Kenapa aku sebut MC reguler? karena aku selalu jd MC-nya di acara yg diadakan setiap 1-2 tahun sekali itu.
Terus suatu ketika, pulang sekolah mampir ke warung makan beli makan siang. Ya biasalah karena aku orangnya ramah & nggak sombong maka ngobrolah aku ma ibuknya yg jualan makan.

Tetiba sampe di suatu percakapan..

Bu penjual: "Mbak.. tau gak yg jd MC biasanya di acara ini?"

Aku: "Kenapa bu..?" *sambil drengas drenges (dlm hati tanda tanya 'nopo iki?')

Bu penjual: "Itu loh mbak.. kok kurang apek, suarane yo kurang manteb, sopo toh mbak?"

Aku: *Tersenyum kecut, trs mematung, tambahi emot muter2. (dlm hati "wuasyeeeeeeeem")

Ku meh jawab 'AKU buuuuuuuuuuuu..' tp aku jadi mikir, seperti ini:
1. Takut ibuknya yg jualan kisinan (malu) karena telah menelanjangi ane dgn hinaan secara terang2-an pd ane.
2. Takut panitianya yg disalahke krn salah memilih MC
3. Takut nek warunge tak obrak-abrik *wkakakakaka..

Tau nggak guys jika kau menjadi aku??
Piye perasaanmu nek dadi aq??

Aku pengen teriak keras di depane ibu'e yg jualan:
"Hei buk!!!  Yg njenegan bilang MC-ne kurang apik ki AKU😭, yg njenegan bilang suarane kurang manteb ki AKU😭"

Yawoh sabar... ini ujian!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...