Langsung ke konten utama

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu?
Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan.
Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana.
Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau.
Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta.
Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu.
Ku rasa aku terlalu hanyut dengan imajinasiku bersamamu. Menghalalkan segala hal yang masih terasa tabu. Melegalkan segala yang terlarang. Menuruti nafsu tanpa logika.
Saat ini aku rindu kau… ingin mengecup pipimu, ingin menatap mata magismu, ingin melihat senyum terindahmu, ingin memelukmu lalu berucap aku sayang kamu.
Setiap mimpiku bersamamu ada suatu pembelaan yang luar biasa kutunjukkan. Sama seperti mimpi-mimpi sebelumnya, aku melindungimu ketika kau mempermalukan dirimu. Tak ada kebohongan apa yang aku tuliskan. Isyarat apakah yang ada dalam mimpiku?
Aku bangga ketika bisa dekat denganmu. Kebanggaanku tiada lain karena aku adalah salah satu orang yang beruntung mendapatkan respon darimu. Karena selama ini banyak orang yang menginginkan kedekatan denganmu dengan susah. Aku mudah. Tapi yang masih mengganjal di otakku yaitu status kita.
Hanya teman. Hanya sahabat. Hanya saudara. Tapi pernah juga kau menganggap aku soulmatemu. Cuma sekali, selanjutnya tak ada kepastian. Aku ragu tentang rasaku yang telah kau definisikan. Akupun tak mau kejelasan definisi rasa kita. Aku tak ingin kecewa. Biarlah menggantung dengan ketakpastian. Ini lebih baik dari pada ku tahu jika rasamu tak sesuai harapku.
Aku sudah senang kau masih mengingat sedikit namaku. Aku cukup bangga kau luangkan waktu untuk memberi kabar terbarumu. Aku cukup lega ketika kau mendengarkan nasehatku lalu melaksanakannya dengan baik. Aku akan selalu sayang.
Aku ingin menjadi seorang yang berarti bagimu. Aku ingin juga menjadi orang yang berpengaruh dalam hidupmu. Tetapi aku tak tahu apa arti aku bagimu? Mungkin malah tak berarti. Hahahaha……

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.