Langsung ke konten utama

Aku Takut

Sebenarnya apa yang kucari selama ini darimu?
Apa yang membuatku begitu takut kehilanganmu?
Padahal begitu jelasnya, kau telah berbeda. Kau tak lagi sama dengan sebelum-sebelumnya. Tapi kenapa masih saja aku ingin melakukan segala hal demi kebahagiaanmu?
Kenapa mati-matian menghapus pikiran burukku terhadapmu?
Kenapa ketika putus asa, masih saja berusaha bangkit demi melanjutkan proyek untuk kuberikan padamu?
Padahal belum tentu kau suka. Belum tentu kau menghargainya. Mungkin malah menganggap apa yang akan kuberikan ini tak ada artinya sama sekali. Parahnya, kau akan menganggap karyaku itu karya kacangan.
Ketakutanku selalu menyertai. Tetapi kenapa sampai detik ini aku juga takut menghentikan proyek yang kubuat khusus untukmu?
Aku harus bagaimana?
Aku sudah tak ada daya dan upaya?
Maafkan aku gusti tentang hatiku yang banyak ketaktulusan,,
Aku takut dengan segala resiko yang akan terjadi. Terlebih yang melatarbelakangi semua ini adalah karena aku takut kehilangan orang yang sedikit banyak memberi perhatian padaku. Aku benar-benar tak mau kehilanganmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...