
Sebenarnya selalu tentang kamu.
Di otakku.
Di hatiku.
Dalam ketakutanku.
Pada akar dari segala hal melulu berhubungan denganmu.
Kau memang bukan yg pertama singgah di hatiku, tapi kaulah yg selamanya menemani diri ini meneruskan perjalanan hidup.
Kau miliknya.
Dia orang yg kuhormati.
Malu sekali terus memikirkanmu yg sampai kapanpun takkan kumiliki.
Tapi rasa yg kumiliki tidak mau kompromi menerima segala sesuai takdirnya.
Jika kurunut dr awal, tak banyak yg kuperoleh.
Hanya saja kisah kita satu sisi.
Tapi aku suka.
Aneh bukan?
Katanya doamu untukku tak pernah luput.
Tapi niat untuk komunikasi saja kau enggan.
Aku sudah mencoba.
Tapi sia-sia.
Aku selalu ingat kau takkan pernah beriku lebih dari simpati.
Tapi kutempatkan kau ke dalam orang yg paling berpengaruh dalam hidupku.
Komentar