Langsung ke konten utama

Over Thingking



Sebenarnya selalu tentang kamu.
Di otakku.
Di hatiku.
Dalam ketakutanku.
Pada akar dari segala hal melulu berhubungan denganmu.

Kau memang bukan yg pertama singgah di hatiku, tapi kaulah yg selamanya menemani diri ini meneruskan perjalanan hidup.

Kau miliknya.
Dia orang yg kuhormati.

Malu sekali terus memikirkanmu yg sampai kapanpun takkan kumiliki.
Tapi rasa yg kumiliki tidak mau kompromi menerima segala sesuai takdirnya.

Jika kurunut dr awal, tak banyak yg kuperoleh.
Hanya saja kisah kita satu sisi.
Tapi aku suka.
Aneh bukan?

Katanya doamu untukku tak pernah luput.
Tapi niat untuk komunikasi saja kau enggan.
Aku sudah mencoba.
Tapi sia-sia.

Aku selalu ingat kau takkan pernah beriku lebih dari simpati.
Tapi kutempatkan kau ke dalam orang yg paling berpengaruh dalam hidupku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...