Langsung ke konten utama

Aktualisasi Diri

Hari ini terlihat berbeda dari hari-hari sebelumnya.AKU BISA BANGUN PAGI.Thank's Allah,,aku sangat bahagia atas keberhasilanku taklukan malas pagi hari.
Semalam aku mulai berpikir tentang banyak hal. Semuanya,disinyalir efek baca buku 'Psikologi Perkembangan'. Meski yang kubaca hanya beberapa sub-bab.Tapi,sedikit banyak memberikan pencerahan. Terutama mengetahui apa yang menjadi sebab adanya krisis diriku.
Mungkin di antara pembaca berceloteh 'sebenarnya ke arah mana,akan aku bawa kemana tulisanku ini?'.Jawabnya: nikmatin saja tulisanku ini meski tidak sistematis alias loncat sana sini kayak katak.
Hai kawan,,tidakkah kau tahu,aku tidak harus kau mengerti atau pahami.Aku hanya manusia yang sedang mencari citra diri. Manusia yang ingin menemukan pasangan hidup, mendapatkan pekerjaan yang memuaskan & ketenaran dalam masyarakat. Manusiawi kan?Hahaha. . .
Seringkali kugembar-gemborkan kata SEMANGAT. Entah sasaranya untuk pribadiku sendiri maupun untuk orang lain. Hal itu atas dasar pengusiran putus asa agar tidak menempel dalan diri. Boleh dikatakan kata SEMANGAT adalah senjata ampuh untuk menumpas kemalasan.Well...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...