Langsung ke konten utama

Jatuh

Entah ini apa artinya,aku tidak tahu. Sore tadi sekitar pukul 5 lebih, akhirnya aku keluar rumah juga. Hal itu karena satu alasan, ingin beli sampo ke warung.
Berjalanlah menuju warung dekat rumah. Cukup satu saset saja.
Sepulang dari membeli sampo, aku tak langsung pulang ke rumah. Mampirlah ke rumah tetangga. Ingin main, & ketemu dgn Aliyah. Teman yg selalu menemani & berbagi cerita. Baru saja panggil namanya, sudah kuurungkan niat u/ main.
Aku terkesima melihat pemandangan langit yg amazing! Mungkin, sebenarnya biasa. Tapi, entah kenapa aku baru sadar, takjub, & ingin selalu menikmati pemandangan yg bagiku luar biasa.
Muncul hasrat ingin mengabadikanya melalui kamera hp. Cepat2 bergegas mengambil hp kesayangan ke rumah.
Aku siap2 menyiagakan modus foto. Ingin sekali mendapatkan enggel foto terbaik. Akhirnya, naiklah aku ke tangga jalan milik tetanggaku.
Kurang hati2nya aku karena terus membidik langit, tak kusadari pijakan kakiku di tangga berada di pinggiran.
Ya pasti aku terjatuh. Sialnya, kaki kiriku kesleo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...