Langsung ke konten utama

Penuh Ekspresi

Enaknya nulis apa yach??! **mikirmikir*. Tentang kamu?(aku dah bosan ik). Tentang aku?(ya pasti dungz) dongo!
Mari kita berbicara mengenai kejujuran… (apa nggak terlalu moralis yach?) Tentang kebaikan mungkin. (enggak dech). Ya udah terserah pikiranku aja yach… kata Armada sich… mau dibawa kemana tulisanku ini ok2 aja pokoknya….
Prospek ke depan yang ingin aku raih. Jadi orang sukses dengan kemandirian memeroleh sesuatu yang berhubungan dengan finansiaaal, mengkontribusikan diri untuk orang lain (baca:selain personality), wanita sholehah, mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. (weiiiiiit….. sempurna kali yech….)
Boleh kan bermimpi? Boleh kan punya lebih dari satu harapan? Semua boleh dongz!
Sekarang otak dan hati mulai menggiring ke arah cinta nich. (dach mulai melo..haha). Dibilang setia, aku berani memproklamirkan kalu aku orangnya. Sampai detik ini, aku masih setia cinta dan terus cinta dengan my first love. Meskipun dia sudah milik orang lain. Boleh kan? Detik aku merinduinya. Jauh berbeda saat aku merinduinya ketika masih bersama. Dulu, aku simpulkan jika cinta yang kutaburkan hanya cinta unlogic (kata Agnes Monica). Jika teringat saat itu, aku tertawa terbahak. Menertawakan diriku sendiri yang ketika itu masih puber pertama. Aneh, lucu, penuh pengorbanan, tanpa pikir panjang………
Hai… my first love… aku kangen dengan semuanya. Ingin rasanya mengulang masa2 itu. Saat kau memberikan motivasi yang sungguh luar biasa. Kau bangkitkan aku dari keterpurukan. Kau bawa aku perlahan namun begitu pasti menatap masa depan. Kau berikan berbagai kisah yang membuatku lebih dewasa. Kau buka pintu hatiku untuk meliha t gemerlapnya dunia ini hanya semu. Kau yang tuturkan kata mutiara yang sampai sekarang ini aku jadikan pijakan. Terima kasih my first love….
Aaaaaaaaaaaaaaah…………. Jadi nangis kan? (cory….. jadi orang kok cengeng yak)
Sekarang aku buka dengan hidup yang baru. Maaf, my first love… hatiku mulai aku bagi dengan ia. Emm… ia yang kutemui dalam dimensi yang berbeda. Ia yang begitu lembut dan bersahaja. Sedikit berbeda denganmu. Tapi … aku cinta kalian berdua. Hanya kalian berdua. Tidak ada yang lain. (Maaf ya… bagi pembaca yang cinta ma aku) haha…. Narsis bok!
Ia yang membuatku takut kehilangannya. Ia yang membuka pikiran dan hatiku untuk lebih peka terhadap sesama. Ia yang memberi ilmu tentang mengahadapi sebuah takdir. Ia yang memberikan kenyamanan berbagi suka duka. Ia yang menjadi pelampiasan pertamaku ketika marah. Ia yang membawa otakku untuk selalu memikirkannya.
Tenang…. Tenang … Tenang… sekarang hatiku lagi kosong. Tidak memikirkan siapa. Aku mulai bosan dengan semuanya. Bukan karena jenuh dan ingin berpaling kepada yang lain. Tapi kali ini aku benar2 ingin menjalani kehidupan yang berbeda. Ingin lebih normal. Lebih Lurus. Lebih baik. Lebih membuka mata, hati, pikiran. Bismillah… AKU BISA YA RABBB !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...