Pertanyan yg ada di otakku saat ini "Datang nggak ya?". Nggak berani berharap banyak coy, tapi tak kupungkiri ingin sekali dia datang.
Melihat senyum, mendengar cerita, menikmati ta2pan mata, & semua tentangnya.
"Parfummu saja membuatku rindu, apalagi kamu???"
(kujadikan status FB).
Meski sekian lama hatiku kosong tentangmu, masih ada isyarat kerinduan kok.
Aku pasrah apakah bisa kembali ke masa2 indah, hanya dgnmu.
Plaining hari ini ingin melepas penat bersamu. Kau yg mengajak. Btw, kok sampai sekarang belum ada konfirmasi ya???
Hahaha... LOL
Ya sudahlah.. Jika Allah ridho pasti jadi kok.
*belajarbersikapdewasa*
Menunggumu sesuatu yg nggak menyebalkan kok.
Aku ikhlas, aku ridho selalu menunggu kehadiranmu.
Meski terus saja harap2 cemas. Kayak orang mo ketemu orang terkasih. Upz... kau juga terkasih, namun cukup dlm batas seorang sahabat. Kau percaya kan, aku mampu mendefinisikan hubungan kita???
Percayalah padaku, skr aku bisa kok membedakan cinta untuk sahabat & cinta untuk pacar.
Aku harus bisa !!! Aku sangat mendewakan kebebasan berekspresi, tak terkecuali perasaan. Sejak lama perasaan yg kumiliki tak ada batasan untuk aku tunjukkan entah pada pria, wanita, atau yg blesteran pria wanita (*istilahbaru*).
Tapi sekarang aku sadar, ternyata ada perbedaan2 yg signifikan.
Jangan sampai kebebasan itu lose control. Aku harus mampu mengontrol kebebasan itu. Aku harus mampu mengendalikan diri.
Mungkin kemarin2 aku anggap jika apa yg aku lakukan sah2 saja. Itu menurut aku.
Tapi, menurut paradigma agama... Aku dosa. Menurut orang awam... Aku tersesat. Menurut orang2 terdekatku... Aku kehilangan perhatian sejak kecil dari ibuku. Saat itu jawaban no 3 ini yg aku jadikan alasan, kenapa aku bersikap demikian.
Huft... Aku nggak boleh menyalahkan ibukku. Akulah actris, scripwriter, directer dlm panggung kehidupanku. Aku yg dpt menentukan acting yg berkualitas atau tidak. Aku yg menulis tentang cerita hidup. Aku yg menentukan masa depanku mau dibawa kemana.
Well... Banyak orang yg MAU/INGIN maju, berkualitas, berkontribusi u/ orang lain, menjalankan syariat sesuai dgn kepercayaan.
Tapi, sangat sedikit orang yg mewujudkan keinginannya dgn ACTION.
Golongkanlah aku termasuk golongan pertama ya rabb...
AKU BISA !
Melihat senyum, mendengar cerita, menikmati ta2pan mata, & semua tentangnya.
"Parfummu saja membuatku rindu, apalagi kamu???"
(kujadikan status FB).
Meski sekian lama hatiku kosong tentangmu, masih ada isyarat kerinduan kok.
Aku pasrah apakah bisa kembali ke masa2 indah, hanya dgnmu.
Plaining hari ini ingin melepas penat bersamu. Kau yg mengajak. Btw, kok sampai sekarang belum ada konfirmasi ya???
Hahaha... LOL
Ya sudahlah.. Jika Allah ridho pasti jadi kok.
*belajarbersikapdewasa*
Menunggumu sesuatu yg nggak menyebalkan kok.
Aku ikhlas, aku ridho selalu menunggu kehadiranmu.
Meski terus saja harap2 cemas. Kayak orang mo ketemu orang terkasih. Upz... kau juga terkasih, namun cukup dlm batas seorang sahabat. Kau percaya kan, aku mampu mendefinisikan hubungan kita???
Percayalah padaku, skr aku bisa kok membedakan cinta untuk sahabat & cinta untuk pacar.
Aku harus bisa !!! Aku sangat mendewakan kebebasan berekspresi, tak terkecuali perasaan. Sejak lama perasaan yg kumiliki tak ada batasan untuk aku tunjukkan entah pada pria, wanita, atau yg blesteran pria wanita (*istilahbaru*).
Tapi sekarang aku sadar, ternyata ada perbedaan2 yg signifikan.
Jangan sampai kebebasan itu lose control. Aku harus mampu mengontrol kebebasan itu. Aku harus mampu mengendalikan diri.
Mungkin kemarin2 aku anggap jika apa yg aku lakukan sah2 saja. Itu menurut aku.
Tapi, menurut paradigma agama... Aku dosa. Menurut orang awam... Aku tersesat. Menurut orang2 terdekatku... Aku kehilangan perhatian sejak kecil dari ibuku. Saat itu jawaban no 3 ini yg aku jadikan alasan, kenapa aku bersikap demikian.
Huft... Aku nggak boleh menyalahkan ibukku. Akulah actris, scripwriter, directer dlm panggung kehidupanku. Aku yg dpt menentukan acting yg berkualitas atau tidak. Aku yg menulis tentang cerita hidup. Aku yg menentukan masa depanku mau dibawa kemana.
Well... Banyak orang yg MAU/INGIN maju, berkualitas, berkontribusi u/ orang lain, menjalankan syariat sesuai dgn kepercayaan.
Tapi, sangat sedikit orang yg mewujudkan keinginannya dgn ACTION.
Golongkanlah aku termasuk golongan pertama ya rabb...
AKU BISA !
Komentar