19 April 2010
13.07 WIB
Aku bangun dengan sedikit terpaksa. Memenuhi panggilan bapak yang sedari tadi mengetuk pintu kamar. Bapak berkata: “bangun nok… ikut upacara pagi lho!”. Serta merta aku menjawab:” Enggih pak!”. Kupaksa mata ini untuk terjaga meski kepala agak sedikit pening. Kemudian kugiring badan ini untuk mandi. Di dalam hati kecil berujar :”Semangat Mulyati! Demi duit Rp. 75.000 untuk membayar bulanan aerobic”. Aku tersenyum.
Selesai mandi kulengkapi diri ini dengan buasana rapi, yaitu baju batik biru, celana bahan, & kerudung putih. Lalu mulailah aku berhias di cermin yang sudah mulai bosan melihat parasku (hahahahaha….. ). Tak lupa pakai sepatu paling elegan. Pokonya perfect & mantab dah…… Berangkat menuju TPS (Tempat Pemungutan Suara) dalam rangka pemilihan Walikota Semarang.
Hiruk pikuk TPS mulai menyambutku. Tak ada satupun perempuan di sana kecuali aku. Ya, hanya aku. Seiring penantian upacara dimulai, aku sibukkan dengan mengoperasikan handphone kesayangan. Mulai lihat-lihat foto di gallery sampai facebook-an, searching, twitterar-an. Sedikit membantu mengurangi kebosanan. Tak lupa, aku selalu pasang senyum palsu setiap berpapasan dengan bapak-bapak yang menjadi panitia Pemilihan Walikota. Ada rasa sungkan, ketidaknyamanan, & sedikit lain. Harapku, ya Allah… semoga waktu cepat berlalu.
13.07 WIB
Aku bangun dengan sedikit terpaksa. Memenuhi panggilan bapak yang sedari tadi mengetuk pintu kamar. Bapak berkata: “bangun nok… ikut upacara pagi lho!”. Serta merta aku menjawab:” Enggih pak!”. Kupaksa mata ini untuk terjaga meski kepala agak sedikit pening. Kemudian kugiring badan ini untuk mandi. Di dalam hati kecil berujar :”Semangat Mulyati! Demi duit Rp. 75.000 untuk membayar bulanan aerobic”. Aku tersenyum.
Selesai mandi kulengkapi diri ini dengan buasana rapi, yaitu baju batik biru, celana bahan, & kerudung putih. Lalu mulailah aku berhias di cermin yang sudah mulai bosan melihat parasku (hahahahaha….. ). Tak lupa pakai sepatu paling elegan. Pokonya perfect & mantab dah…… Berangkat menuju TPS (Tempat Pemungutan Suara) dalam rangka pemilihan Walikota Semarang.
Hiruk pikuk TPS mulai menyambutku. Tak ada satupun perempuan di sana kecuali aku. Ya, hanya aku. Seiring penantian upacara dimulai, aku sibukkan dengan mengoperasikan handphone kesayangan. Mulai lihat-lihat foto di gallery sampai facebook-an, searching, twitterar-an. Sedikit membantu mengurangi kebosanan. Tak lupa, aku selalu pasang senyum palsu setiap berpapasan dengan bapak-bapak yang menjadi panitia Pemilihan Walikota. Ada rasa sungkan, ketidaknyamanan, & sedikit lain. Harapku, ya Allah… semoga waktu cepat berlalu.
Komentar