Sumpah aku sangat menyesal!
Aku menyesal melihat adikku sangat putus asa saat kesulitan dalam belajar. Kenapa ngga dari dulu kuperhatikan belajarnya? kenapa aku begitu egois hingga membuat adikku menderita?
maafkan aku dek...
Aku percaya adikku mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Sayangnya, aku tak pernah mengajarkanya atau mengasahnya dengan rajin belajar. Aku selalu membiarkannya begitu saja. Saat itu aku menganggap jika dengan pengalamannya sendiri, kemampuannya akan bertambah. Tapi sebaliknya, adikku sampai kelas dua sd ini, tak tahu apa-apa. Padahal kurikulum sekarang semakin sulit.
Ketika dia mulai putus asa, aku semangati dan memberinya nasehat. Ayo semangat! kamu pasti bisa dek! Aku bilang ke dia, jika aku punya adik yang luar biasa yang patut aku pamerkan ke teman-temanku suatu saat nanti. Dia begitu semangat mendengarnya. Kemudian melanjutkan kembali belajar.
Tapi tak beberapa kemudian, dia mulai putus asa lagi, karena materi yang tidak dia pahami. Lalu, aku kembali lagi membujuknya. Aku memberikan nasehat pelan sekali, berharap jangan sampai menyinggungnya. Tapi dia serta merta bilang: "Stop mbak, jangan diteruskan! aku bisa nangis!" ( sangat miris mendengar ungkapannya).
sekali lagi, maafkan kakakmu ini dek...
Aku pikir dia tidak bodoh. Dia sangat kritis, itu kuperhatikan ketika aku mulai menerangkan hal-hal baru. Dia selalu bertanya apa saja yang aku ajarkan.
Hingga akhirnya, dia diam terus dengan kepala menunduk. Aku mulai was-was, takut dia tidak mau belajar.
Terus kutanya pelan-pelan:"Napa dek? kok diem aja?"
Dia tetap menunduk dan terbungkam seribu bahasa.
Karena aku penasaran, aku pancing dia. "Kenapa? sulit dek?": aku bertanya dengan mengusap kepalanya.
Dia menjawab hanya dengan menganggukan kepala.
Lalu dia berbicara: "Sulit mbak.. aku ga bisa!!!" raut mukanya sedih banget.
Aku tak kuasa melihatnya. (Aku menangis di dalam hati saat itu)
Melihatnya begitu sedih, kuputuskan untuk mengakhiri belajar malam itu.
"Ya udah.. capek ya dek.. belajarnya di sambung besok lagi ya.. pasti besok bisa!" semangat!
Aku menyesal melihat adikku sangat putus asa saat kesulitan dalam belajar. Kenapa ngga dari dulu kuperhatikan belajarnya? kenapa aku begitu egois hingga membuat adikku menderita?
maafkan aku dek...
Aku percaya adikku mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Sayangnya, aku tak pernah mengajarkanya atau mengasahnya dengan rajin belajar. Aku selalu membiarkannya begitu saja. Saat itu aku menganggap jika dengan pengalamannya sendiri, kemampuannya akan bertambah. Tapi sebaliknya, adikku sampai kelas dua sd ini, tak tahu apa-apa. Padahal kurikulum sekarang semakin sulit.
Ketika dia mulai putus asa, aku semangati dan memberinya nasehat. Ayo semangat! kamu pasti bisa dek! Aku bilang ke dia, jika aku punya adik yang luar biasa yang patut aku pamerkan ke teman-temanku suatu saat nanti. Dia begitu semangat mendengarnya. Kemudian melanjutkan kembali belajar.
Tapi tak beberapa kemudian, dia mulai putus asa lagi, karena materi yang tidak dia pahami. Lalu, aku kembali lagi membujuknya. Aku memberikan nasehat pelan sekali, berharap jangan sampai menyinggungnya. Tapi dia serta merta bilang: "Stop mbak, jangan diteruskan! aku bisa nangis!" ( sangat miris mendengar ungkapannya).
sekali lagi, maafkan kakakmu ini dek...
Aku pikir dia tidak bodoh. Dia sangat kritis, itu kuperhatikan ketika aku mulai menerangkan hal-hal baru. Dia selalu bertanya apa saja yang aku ajarkan.
Hingga akhirnya, dia diam terus dengan kepala menunduk. Aku mulai was-was, takut dia tidak mau belajar.
Terus kutanya pelan-pelan:"Napa dek? kok diem aja?"
Dia tetap menunduk dan terbungkam seribu bahasa.
Karena aku penasaran, aku pancing dia. "Kenapa? sulit dek?": aku bertanya dengan mengusap kepalanya.
Dia menjawab hanya dengan menganggukan kepala.
Lalu dia berbicara: "Sulit mbak.. aku ga bisa!!!" raut mukanya sedih banget.
Aku tak kuasa melihatnya. (Aku menangis di dalam hati saat itu)
Melihatnya begitu sedih, kuputuskan untuk mengakhiri belajar malam itu.
"Ya udah.. capek ya dek.. belajarnya di sambung besok lagi ya.. pasti besok bisa!" semangat!
Komentar