Langsung ke konten utama

Janji Diri


Time : 00.03 wib
Date : 18 September 2016
Place : In the badroom with listening the song

I am promise, I akan melupakannya. Dia memang bukan untukku. Dia memang sudah jadi miliknya. Aku akan ikut menjaga kehidupannya. AKu hanya pemujanya yg dungu. Hahaha..
Aku bahagia sekali bisa mengenalnya. Aku puas bisa menjadi salah satu bagian terkecil kenangannya. Aku sungguh-sungguh mencintainya.
Kau membalasa cintaku bukan dari dalam dirimu, tapi karena kondisi yang memaksamu. Apalagi guna memenuhi kepentinganmu. Terima kasih.
Malam ini aku sudahi tantangan berbahayaku mencintaimu. Malam ini kusudahi pemujaanku yg begitu terlarang. Kita akan terus menjalani kehidupan sesuai visi dan misi kita. Aku dengan duniaku, kau dengan duniamu.
Aku janji tak akan mengingatmu di pikiranku. Aku janji tak akan memanggil namamu lagi. Aku janji melawan semunya mencintaimu. Tak bisa dinegosiasi lagi keputusanku ini. Aku berharap semuanya akan lancar. Kau sudah menjadi salah seorang bagian terpenting dalam hidupku. Kau adalah matahari kehidupanku. Kau adalah my hero. Kau yg menyelamatkan dari tumpukan sampah yg menjijikkan. Kau segalanya bagiku.
Aku harus ingat kodratku. Aku harus kembali menjalankan fitrahku sebagai wanita. Aku harus menjalan segala perintahNya dan menjahui segala laranganNya.
Aku mencintaimu.
Aku akan melupakanmu karena aku mmencintaimu.
Aku akan mengembalikan kehidupanku ke jalan yg lurus.
Kita sampaikapanpun takkan pernah bersatu. Kita sampai kapanpun takkan pernah saling memiliki. Kita sampai kapanpun takkan menikmati surga dunia.
Kau berakal, akupun berakal. Kau pintar, akupun pintar. Kau punya segalanya, dan aku baru memulai memiliki segalanya.
Berpikir positif saja pada Allah tentang apa yg terjadi kepada kita. Berpikir positif saja, jika tepat waktunya kita tetap saling mencinta. Sampai waktunya juga, kita saling membutuhkan.
Kupikir pelan kuarahkan keinginanku tertinggi kepadamu itu apa?
Suatu hubungan yg aneh. Suatu curahan hati yg tak pernah bisa dimengerti.
Kita beda. Kita tak setingkat. Kau jauh melampaui dalam hal apa saja. Aku hanya manusia kecil yg selalu menjadi anggapanmu.
Sudah. Harus bisa. Aku bisa melupakanmu. Bismillah. Niat kepada Allah aku melupakanmu. Niat hanya karena Allah kuhapus namamu dalam setiap pikirkan. Kehentikan tangisanku untukmu. Kututup diaryku tentangmu. Benar-benar kulepas kamu dalam tancapan hatiku.
Hatiku harus kembali seperti semula.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...