Langsung ke konten utama

Satu Sisi


Memang benar, kita tetap akan bertemu lagi. Kita tidak jauh-jauh berjarak.
Tapi aku takut kita sama-sama berubah. Aku takut kualitas hubungan kita menurun seiring intensitas waktu. Aku takut.

Aku selalu memikirkanmu, entah kamu tidak. Aku selalu ingin merasakan adiktif, entah kamu tidak. Aku ingin selalu melihat senyummu yg membuatku candu di pagi hari, entah kamu tidak.

Aku sangat tahu, hubungan kita tak akan berujung. Benarnya, temanku berkata sampai kapanpun kita tak akan menjadi satu seutuhnya. Konon, saat hal itu tetap kita lakukan maka Allah akan menurunkan azabnya, alam akan berontak dgn kuasaNya, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi.

Aku yg sakit sendiri. Aku yg merasakan sedih sendiri. Aku yg dianggap gila sendiri. Aku yg dianggap aneh sendiri. Aku yg mencintaimu sendiri.

Aku harus move on. Aku harus bangkit. Aku harus berubah. Aku harus menerima kenyataan. Aku harus hidup lebih baik. Aku tidak boleh bergantung padamu. Aku harus menahan gejolak diri ini. Aku harus kuat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...