Langsung ke konten utama

Cinta Tulus





Wednesday, 21 Desember 2016
Time: 11.26

Mencintaimu itu suatu kesempurnaan.
Mengenalmu itu suatu kebahagiaan.
Mencuri perhatianmu itu suatu tantangan.

Semua berkecamuk dalam pikirku. Sensasi semu bergelayut manja menemani rasaku. Harapan-harapan menutup erat mataku menghadapi kenyataan. Seharipun tak terlewati untuk menyebut namamu dalam hatiku dan pikiran. Beginilah nikmatnya mencintai.

Semakin ke sini semakin yakin jika kekuatan cinta itu dapat menghancurkan paradigma yang telah ada. Contohnya: jika kita memberi perhatian, pastinya kita pun berharap balasan perhatian. Tapi itu tidak berlaku ketika kita mencintai. Saat kita memberi perhatian penuh ke orang itu dan orang itu tidak memperhatikan balik, kita tidak apa-apa. Kita cukup senang saja karena perhatian kita tidak ditolak. Kita cukup bahagia melihat dia merasa bahwa dia orang yang berarti bagi kita. Kita cukup puas ketika dia tersenyum setelah mereka melihat kita bahagia.

Tapi cinta itu candu. Semakin bertambahnya hari semakin tumbuh pula cinta itu. Setelah tumbuh begitu tinggi dan besar lambat laun mengakar kuat sedalam-dalamnya, semakin kokoh untuk menghadapi terpaan badai sekalipun.

Sebenarnya apa yg aku harapkan?
Sesungguhnya apa yg kudapatkan dengan ketidak-pastian tak berujung ini?

Sudah jelas dia telah dimiliki seseorang. Sudah jelas dia memilih setia dengan pasangannya. Sudah jelas dia begitu realistiknya. Semua sudah begitu clear akan keberadaan hati dan pikirannya. Akupun tau posisinya, tetapi kenapa masih saja aku berharap. Padahal jika dihadapkan kenyataan sedikit saja, aku begitu takut.

Aku tidak mau dia melakukan sesuatu larangan demi aku. Aku tidak mau dia berlaku curang dari pasangannya demi aku. Aku tidak mau dia merendahkan harga dirinya demi ku. Aku tidak mau dia dicemooh orang demi aku. Aku tak mau dia lost control demi aku.

Aku masih ingin dia mempertahankan keteguhan hatinya.
Aku selalu berharap dia mampu mengendalikan dirinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...