Langsung ke konten utama

Mimpi Buruk



16 Juni 2016

Kuterbangun dengan senyum merekah. Karena mimpi indah. Iya mimpi menyenangkan. Mimpi dipeluk sama Si Bos yang berpakaian hiijau. Di situ Si Bos memakai baju hijau, terus memelukku, terus mojok berdua, terus ngajak selfie. Hahaha.. indahnya..

Realitanya.. pagi itu Si Bos beneran pakai baju hijau. Di dalam hati ini, ketawa setan. Gimana tidak, baru aja semalam dimimpiin, eh.. jadi kenyataan. Tapi.. sekali lagi ekspektasi selalu berlawanan dgn kenyataan, Si Bos sama sekali tidak memelukku. Malah hari itu jutek sangat.

Hari itu biasa saja tidak ada yg spesial. Tapi ada suatu kejadian. Si Bos cabut duluan tuch dari kantor karena urusan rapat. Beberapa jam berselang Si Bos WA ane, minta Aku menyelesaikan laporan tentang beasiswa. Tepuk jidat dalam ane. Kenape? orang kalau mo ngerjain laporan malah disuruh ngerjain yg lain. Alhasil, laporan itu belum sama sekali ane kerjakan. Ya Bos ngasih 2 opsi ke ane. Opsi pertama kerjakan semampunya, yg lain kumpulin besok pagi. Ane pilih pilihan pertama, walau dgn keringat deres, & otak agak gresek.

Selesai ane buat laporan, tiba-tiba telpon kantor berdering. Ternyata Si Bos. Awalnya tanya tuch laporan sudah selesai atau belum, ane jawab sudah selesai Bos. Terus selanjutnya, Si Bos tanya tuch tentang anaknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...