Langsung ke konten utama

Bahagia

Semalem mimpi menyedihkan. Aku kehilangan seseorang yg sangat aku sayangi. Sampe2 buang air besar saja aku menangis. Selesai sholat subuh pun masih menangis. Pagi tadi sedih banget.

Aku hanya bisa berdoa lalu berharap. Kupasrahkan kepadamu ya Allah.. apa yg terjadi nanti. Kaulah Maha berkehendak.

Aku jadi kangen sama dia.

Tapi sesampainya di tempat kerjaan aku ditawari tugas untuk bertemu dengan dia. Seketika aku langsung mau. Tapi apa daya? Aku tidak boleh pergi oleh atasanku.

Sempat awalnya aku bahagia plus takjub karena akan dikabulkan doaku sama Allah untuk ketemu dia. Tapi... ternyata tidak jadi. Ya sudahlah... aku pasrah saja.

Tapi sesiang hari ini, takdir berkata lain. Karena suatu hal makanya aku disuruh menghadap dia. Bahagianya aku... senyum-senyum tak jelas saking bahagianya.

Aku deg-degan nggak karuan. Rasanya campur aduk karena aku benar2 kangen sama dia. Aku hanya berucap bismillah.

Akhirnya aku ketemu dia. Aku bisa ketemu dia. Kangenku terobati. Aku senyum-senyum tak jelas. Seperti orang gila.

Sempat ditanya sama temen yg juga bekerja bersama dia. Kamu disuruh atasanmu ke sini? aku jawab: enggak! aku ke sini atas inisiatifku sendiri. Aku kangen sama dia. ha... ha... ha... urat maluku sudah tiak ada mungkin. Auk ah... yg penting aku happy.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...