Pasti kau tak ingin tahu kan, bagaimana sayangku kepadamu?
Bagaimana pengorbananku untukmu?
Pasti kau juga menganggap semua yang kulakukan biasa saja. Seperti teman-temanmu yang lain. Bedanya aku terlalu norak, karena sangat menunjukkan kekaguman berlebihan kepadamu.
Aku tak akan menyalahkanmu. Ini semua adalah proses. Ini semua harus kulalui. Tapi, sialnya aku yang selalu kebagian menjadi aktris kalah. Alias Aktris yang sengsara. Hahahaha….
Dulu, aku berharap kau tahu semua. Yach… tahu semua tentang rasaku, pikirku, tangisku, senyumku, setiap detikku. Tapi sekarang, semua bisa aku tangani kawan. Aku punya otak. Aku tak harus selalu menuruti hawa nafsuku. Aku harus menjadi wanita kuat. Meskipun sekuat mbah Marijan sekalipun. Hehehehe…..
Aku akui, bayangmu selalu menghantui perjalanan hidupku ini. Kau sungguh berarti dalam hidupku saat ini. Kaulah orang pertama yang aku kabari ketika aku senang ataupun sedih.
Tapi, sekarang kau dalam kondisi sebaliknya. Kau sudah terlihat tertutup. Terlebih dengan segala hal yang berhubungan dengan laki-laki yang mendekatimu.
Hai kawan!!!! Tenang saja…. Aku tidak cemburu!!! (nggak boong kok) Sama sekali tidak sister… Percayalah padaku……
Aku peduli itu semua. Bukan berarti aku ingin ikut campur segala urusanmu. Tapi setidaknya, aku ingin kau tidak terlalu terbebani dengan segala masalahmu. Kurang apa coba? Apakah aku salah? Aku cuma ingin menjadi kawan yang baik. Malah harapku akulah yang terbaik di antara kawanmu yang lain.
Bingung dengan apa yang aku curahkan dan apa yang aku terima. Aku akan mengontrolnya. Cintaku kepadamu tidak konstan. Jadi aku masih normal. Ok… masih normal kawan.
Pikiran negatifmu akan aku hapus dengan tindakanku yang riil. Aku hanya menyayangimu sebatas teman. Tidak pacar. Aku akan buktikan kawan jika aku hanya sayang kamu, tidak cinta. Karena bagiku cinta dan sayang itu porsinya berbeda meskipun secara leksikal sama artinya.
Bagaimana pengorbananku untukmu?
Pasti kau juga menganggap semua yang kulakukan biasa saja. Seperti teman-temanmu yang lain. Bedanya aku terlalu norak, karena sangat menunjukkan kekaguman berlebihan kepadamu.
Aku tak akan menyalahkanmu. Ini semua adalah proses. Ini semua harus kulalui. Tapi, sialnya aku yang selalu kebagian menjadi aktris kalah. Alias Aktris yang sengsara. Hahahaha….
Dulu, aku berharap kau tahu semua. Yach… tahu semua tentang rasaku, pikirku, tangisku, senyumku, setiap detikku. Tapi sekarang, semua bisa aku tangani kawan. Aku punya otak. Aku tak harus selalu menuruti hawa nafsuku. Aku harus menjadi wanita kuat. Meskipun sekuat mbah Marijan sekalipun. Hehehehe…..
Aku akui, bayangmu selalu menghantui perjalanan hidupku ini. Kau sungguh berarti dalam hidupku saat ini. Kaulah orang pertama yang aku kabari ketika aku senang ataupun sedih.
Tapi, sekarang kau dalam kondisi sebaliknya. Kau sudah terlihat tertutup. Terlebih dengan segala hal yang berhubungan dengan laki-laki yang mendekatimu.
Hai kawan!!!! Tenang saja…. Aku tidak cemburu!!! (nggak boong kok) Sama sekali tidak sister… Percayalah padaku……
Aku peduli itu semua. Bukan berarti aku ingin ikut campur segala urusanmu. Tapi setidaknya, aku ingin kau tidak terlalu terbebani dengan segala masalahmu. Kurang apa coba? Apakah aku salah? Aku cuma ingin menjadi kawan yang baik. Malah harapku akulah yang terbaik di antara kawanmu yang lain.
Bingung dengan apa yang aku curahkan dan apa yang aku terima. Aku akan mengontrolnya. Cintaku kepadamu tidak konstan. Jadi aku masih normal. Ok… masih normal kawan.
Pikiran negatifmu akan aku hapus dengan tindakanku yang riil. Aku hanya menyayangimu sebatas teman. Tidak pacar. Aku akan buktikan kawan jika aku hanya sayang kamu, tidak cinta. Karena bagiku cinta dan sayang itu porsinya berbeda meskipun secara leksikal sama artinya.
Komentar