Langsung ke konten utama

Untuk Ibu

Siapakah orang pertama yang kau ingat ketika sedang rapuh?
Siapa yang pertama kali ingin kau peluk ketika kau sedang mendapatkan keberhasilan?
Siapa yang ingin kau cium saat pertama kali kau ingin mencurahkan kasih?
Siapa yang inginkan pendapatnya ketika kau bingung dalam beberapa pilihan yang harus kau tentukan?
Siapakah orang yang kau harapkan lindungannya ketika kau mengalami konflik hebat?
Siapakah yang kau ingat pertama kali ketika kau sedang mengalami keputus-asaan?

Aku jawab dengan tegas : “IBU”

Yupz,,, ibu yang pertama kali ingin ku beri kabar, ketika ku berhasil mencapai prestasi.
Pelukannya yang kudamba,kala aku bingung menentukan pilihan; depresi dengan semua konflik kehidupan; putus asa ketika tak kunjung menyelesaikan kewajiban.

Ya sekali lagi,,,
Ibu adalah orang yang pertama kali yang ingin ku curahkan segalanya entah sedihku ataupun sukaku.

Aku benar-benar rindu ibu ya rabb….
Aku hanya bisa mendengar suaranya, tanpa melihat ataupun bersentuhan.
Tanpa bisa merasakan hangat peluknya. Tiada bisa kurasakan ciumannya.
Tapi aku merasa, jika ibu juga berpikir demikian.

Inilah takdir ibu… aku tidak menyesal dengan semua ini. Aku harus kuat, sekuat dirimu ibu. Meskipun mulut mereka kejam, aku tak peduli sama sekali. Aku terus menganggap ibu adalah wanita paling hebat sedunia.

Kau segalanya bagiku ibu. Kau nyatakan cinta sucimu kepadaku. Kau curahkan segala pengorbanan hanya untukku ibu. Kau inspirator terbaik dalam sejarah hidupku. Akan kuhapus semua kekhilafanmu pelan-pelan. Aku akan berusaha membuat keluarga kita kembali bahagia ibu.

Selamat Ulang Tahun Ibu,,,,
Love U so much,,, semoga allah mencurahkan limpahan kasih dan sayang-Nya kepadamu Ibu,,,
Semoga Ibu selalu diberikan taufiq, hidayah, serta inayahnya kepadamu Ibu,,,

Akan kutunggu kehadiranmu Ibu, meski menunggu adalah sesuatu yang terasa jemu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...