Langsung ke konten utama

Sepertinya Aku Menggila

Aku seperti orang gila. Aku takut kehilangan semua. Terlebih aku takut akan mati sebelum aku meraih semua harapan dan cita-cita. Bagiku semua begitu kosong. Tak ada yang bisa lagi aku lakukan. Tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.

Aku begitu takut. Sementara ini diriku mengalami kekrisisan. Krisis segalanya. Terlebih sekarang aku mulai menyalahkan diri sendiri. Merasa bahwa selama ini aku tiada guna. Merasa tiada lagi yang dapat menghargai segala yang telah aku lakukan. Merasa tak ada lagi yang sayang, perhatian, atau cinta kepadaku.

Sebenarnya, tentang perasaan itu bagiku tidaklah menjadi soal. Yang aku pikirkan kenapa dan kenapa aku tak bisa berguna bagi diriku sendiri. Aku terlalu malas untuk segala hal. Dalam hati nuraniku yang paling dalam aku tidak ingin demiakian. Tapi sekali lagi, aku tak bisa berbuat apapun. Sebenarnya aku butuh apa? Butuh siapa?

Menurutku saat ini hidupku kosong. Tak ada yang bisa aku lakukan. Aku tidak ingin putus asa. Aku ingin bangkit. Aku bisa dan aku bisa. Ayo otak…! teruslah berpikir hingga menemukanjalan keluar agar membuatku semakin tidak tersesat. Tuntunlah aku ke pintu di mana hanya ada jawaban-jawaban atas pertanyaanku.

Aku akan terus mengetik sampai otak yang memiliki kemampuan untuk berpikir terhenti. Aku akan terus mencari bagiamana aku bisa mengatasi masalah yang sedang mendera.

Allah bantulah aku menemukan pencerahan. Di mana hanya ada kesadaran diri, serta kesucian hati. Kecerdasan otak. Kemudian hanya ada keikhlasan. Aku mampu. Aku bisa. Aku tidak suka jika ada orang meremehkan kemampuanku. Aku paling benci ketika ada yang tidak menghargai usaha yang aku lakukan. Aku marah jika ada yang menjustifikasi aku sebagai orang yang tak bisa melakukan apa2. Meskipun keadaannya demikian. Meskipun kenyataan memang membuktian tentang hal itu.

Hai semua orang yang ada di dunia ini……!

Aku akan buktikan jika aku bisa menggenggam dunia. Aku akan buktikan jika aku bisa menjadi model. Aku bisa menyelesaikan skripsi dengan nilai yang memuaskan. Aku bisa mendapatkan pacar sesuai dengan yang aku harapkan. Aku bisa menyatukan keluargaku menjadi keluarga yang harmonis dan keluarga yang mendapat ridho ilahi. Aku bisa membuat bapak dan ibuku hanya berpangku tangan menikmati hasil kerja kerasku. Aku bisa membuat diriku mejadi lebih baik. Aku bisa menjalani kehidupanku sesuai dengan syariat agama yang kuyakini. Aku bisa! Aku bisa!

Aku tidak akan berkhayal atau berimajinasi. Aku akan wujudkan semua yang menjadi anganku selama ini. Akan aku buktikan. Aku bisa membuat tubuhku langsing. Aku bisa membuat diriku tidak malas. Aku bisa bangun pagi tepat waktu. Aku bisa kembali sholat subuh berjamaah. Aku bisa sholat berjamaah. Aku bisa menjalankan ijazah al-quran. Aku bisa dan aku bisa.
Aku akan terus mensugesti otakku untuk dapat berpikir lalu merealisasikan sesuatu yang tidak mungkkin menjadi mungkin. La yumki jika Alllah SWT berkehendak. Aku yakin dengan ridho Allah aku dapat melakukan semuanya. Meski dengan kepala pusing-pusing. Berdarah-darah sekalipun aku bisa meraih semuanya.

Terima kasih .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...