Langsung ke konten utama

Sedikit Keluh

Kabar terbaru tentang diriku saat ini, sangat menyedihkan. Aku mengalami masa kemiskinan. Miskin semangat. Miskin kecerdasan. Miskin harta (haha… ini mah sudah sering)
Inilah masa-masa di mana aku seharusnya menempati kedewasaan dengan segala konsekuensi. Dewasa dalam segala hal. Ini bukan pilihan maupun apalah itu. Aku menjadi individu yang pincang dengan pengalaman. Bahkan aku sendiri tak bisa mengartikan kondisiku saat ini. Masih diliputi pengetahuan yang sangat kedil.
Keadaan sebenarnya, menuntutku untuk sempurna. Tapi jauh dari harap, jauh juga dari sempurna. Oh… oh… oh…
Dulu sesering mungkin aku menyalahkan diri sendiri. Kenapa segala yang kupunya tak bisa kugunakan secara optimal? Haha… kenapa? Kenapa kawan ? Padahal mengingat sedikit konsep dari seorang filsuf, setiap manusia yang terlahir di dunia ini memiliki apa itu yang namanya potensi. So,,,kenapa? Potensiku tak berfungsi? (Yang tau jawabannya, sms aku yach… 085640199197)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coba-Coba

Hwahahahahaha,,,, Senyum lebar fren...Adakalanya kita harus mencoba. Jika gagal ada sedikit kecewa,jika sukses kepuasan tiada berujung. Sudah bosan update status di facebook. Pada awalnya pengen mengalihfungsikanya menjadi diary..,tanpa embel2 apapun. Sekarang,,mau update,mikir dulu kayak mau ujian semester. Banyak kebohongan. Niatnya pengen selalu dikomentari. Malah,,akhir2 nie lagi nguber2 & carmuk artis . Enakan nulis di blog ja..Paling2 yg baca dikit, nulis apapun tanpa embel2, yg pasti bisa tulus bukan karena orang lain.

Tentang Rasa

Kau tak tahu kan, sekarang kakiku sakit? Kau tak tau kan, bagaimana setiap detikku memikirkanmu? Dan bahkan kau tak tau kan, jika di hatiku cuma ada namamu. Sedangkan namaku sendiri telah lama aku abaikan. Tak menuntut kau memahamiku dengan sangat bijak. Tak memaksa kau mengerti dengan segala yang kumau. Terserah kau saja yang sedang jauh di sana. Penuh kesadaran kita tak akan bersama selamanya. Teringat tentang ucapan seorang guru, jika segala yang ada di dunia hanyalah semu. Hanya tipuan. Tak kekal abadi karena segalanya dapat berubah-ubah sesuai berlalunya waktu. Tak terkecuali kau. Aku yakin dengan dzat yang membolak-balikkan hati, Jika Dia berkehendak, suatu ketika aku cinta kau, lalu di saat itu juga aku dapat membencimu. Itulah kehendak dari sang pencipta. Takdirku bertemu denganmu lagi tak bisa kupersalahkan. Pun rasaku padamu tak patut dipersalahkan. Biarlah semua mengalir seperti air. Meskipun segala harapan memusnah, tak lain ingin selalu bersamamu dalam setiap waktu. ...